Friday, May 6, 2022

Perbedaan Taubat Pembunuh dan Pezinah

Jika ada seseorang membunuh orang lain karena kesalahan tidak sengaja, maka orang tersebut harus membayar diyat kepada keluarga orang yang dibunuh. Jika yang membunuh ini sudah baligh dan berakal maka membayar diyatnya dari hartanya sendiri. Namun jika yang membunuh ini masih anak kecil atau tidak berakal maka yang membayar diyatnya  dari aqilahnya.


Lalu jika membunuh orang lain karena disengaja maka pembunuhnya wajib di qishash, dan pembunuh tidak boleh menyembunyikan perbuatannya namun harus menyerahkan diri kepada keluarga yang dibunuh. Jika keluarga korban menginginkan qishash maka lakukanlah qishash, namun jika keluarga korban memaafkannya maka tidak dilakukan qishash.


Berbeda hal nya bila seseorang melakukan dosa zina, minum khamar atau melakukan dosa yang menyebabkan dihukum had. Pelakunya tidak perlu mengungkapkan dosanya kepada orang lain ketika ingin bertobat. Dia cukup beristigfar,  bertaubat dan mengerjakan kebaikan setelahnya.


Namun jika dia sendiri melaporkan perbuatan dosanya kepada pemerintah, lalu pemerintah melakukan hukuman had kepadanya maka dia harus menerima hukuman tersebut. Hal ini sebagaimana dalam hadist yang diriwayatkan Imam Muslim tentang kisah sahabat Maiz dan sahabiyah Ghamidiyah.




No comments:
Write comments