Monday, July 26, 2021

Pengumuman Kematian yang Dilarang dan yang Diperbolehkan

An Na’yu (pengumuman) kematian itu ada tiga macam: haram, makruh, dan mubah.

 

An Na’yu yang haram: Yaitu seperti pengumuman kematian penduduk jahiliyah, yang mengumumkannya di dalam pesta-perta umum dengan menyebutkan Al Mafakhir (kebanggaan-kebanggaan) mayit dan ma’atsir (pengaruh dan jejak) nya yang dibarengi dengan teriakan, menangis dan tidak menerima keadaan.

 

Al Ma’atsir adalah apa saja yang berkaitan dengan sifat si mayit itu sendiri, Al Mafakhir adalah yang berkaitan dengan nasabnya. Baca: Hasyiyatu Al Jumal ‘ala Al Manhaj karya Zakariya Al Anshari: 3/687.

 

Pemberitaan kematian yang makruh adalah memberitahukan kematiannya disertai dengan seruan dengan suara yang keras tanpa menyebutkan mafakhir dan ma’atsir si mayit.

 

Adapun pemberitaan kematian yang mubah adalah hanya berupa pengumuman biasa atas kematian si mayit tanpa disertai dengan seruan.

 

Dalil-dalil sunnah menunjukkan akan bolehnya bagian yang terakhir dari pembagian An Na’yu, sebagaimana pemberitaan kematian raja Najasyi dari Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam-, para syuhada’ perang mu’tah dan yang lainnya.

 

Al Kisani berkata: “Tidak apa-apa mengumumkan kematiannya kepada semua orang, kerabatnya, teman-temannya, tetangganya, agar mereka melaksanakan haknya untuk menshalatinya, mendoakannya, dan mengantarkan jenazahnya; karena pengumuman itu memotivasi untuk taat, dan anjuran untuk mempersiapkannya, hal ini masuk ranah membantu dalam kebaikan dan takwa, menjadi sebab kebaikan dan mengarahkan kepadanya”. (Badai’ As Shanai’: 3/207)




No comments:
Write comments