Monday, July 26, 2021

Hukum Memberitakan Kematian di Medsos

Disebutkan di dalam Fatawa Lajnah Daimah (8/402):

 

“Dibolehkan untuk mengajak kerabat si mayit, teman-temannya, tetangganya agar mereka ikut menshalatkannya, mendoakannya, mengantarkan jenazahnya, membantu proses penguburannya; karena Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam- telah memberitahukan kepada para sahabat akan kematian raja Najasyi –rahimahullah- dan mengajak mereka untuk menshalatkannya”.

 

Kedua:

 

Tidak apa-apa memberitahukan dan mengumumkan kematian seseorang dengan menggunakan media sosial, seperti; facebook, twitter, whatsapp, dan yang lainnya atau melalui email dan melalui sms, jika maksud dari hal itu adalah untuk mengumumkan kepada masyarakat agar mereka datang untuk melakukan shalat jenazah, mendoakan mayit, memintakan ampun bagi si mayit, takziyah kepada keluarganya, maka pengumuman itu menjadi sarana untuk amal sholeh tersebut.

 

Syeikh Abdul Aziz bin Baaz –rahimahullah- pernah ditanya tentang pengumuman kematian melalui media cetak (Koran) ?

 

Beliau menjawab:

 

“Kami berpendapat tidak mengapa, karena termasuk dalam bab pemberitaan (Saja)”. (Masa’il Imam Ibnu Baaz karya Ibnu Mani’: 108)

 

Syeikh Ibnu Utsaimin berkata:

 

“Adapun pengumuman akan kematian si mayit, jika untuk kemaslahatan, seperti jika si mayit tersebut muamalahnya luas (dikenal banyak orang) antara pernah menerima atau memberi, maka diumumkan kematiannya karena bisa jadi ada seseorang yang mempunyai hak kepadanya maka akan ditunaikan atau yang semisalnya, dalam hal ini tidak apa-apa”. (Majmu’ Fatawa wa Rasail Al Utsaimin: 17/461)

 

Syeikh Ibnu Jibrin berkata:

 

“Tidak masalah menyebarluaskan berita kematian sebagian orang yang terkenal baik dan keshalihan, agar didoakan semoga mendapatkan rahmat dan umat Islam ikut mendoakannya, akan tetapi tidak boleh memuji mereka dengan apa yang tidak mereka perbuat, karena hal itu merupakan kedustaan yang nyata”. (Fatawa Islamiyah: 2/106)



No comments:
Write comments