Thursday, April 22, 2021

Apakah Orang Tua Dapat Pahala Ibadah dari Anaknya ?

Memiliki anak shalih, bahagianya tak hanya di dunia, namun juga di akhirat. Penyejuk hati saat di dunia dan jalur pahala jariyah yang terus mengalir saat sudah di alam barzakh.


Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengabarkan, bahwa salah satu pintu pahala jariyah adalah melalui anak yang shalih.


Dalam hadis riwayat Muslim, beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,


‏إذا مات الإنسان انقطع عنه عمله إلا من ثلاثة،إلا من صدقة جارية، أو علم ينتفع به، أو ولد صالح يدعو له.


“Jika seseorang wafat, seluruh amalannya terputus kecuali tiga: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak shalih yang mendoakan orang tuanya.”


Hadis di atas menunjukkan bahwa orang tua bukan hanya mendapatkan keberkahan dari doa anak yang sholih. Namun juga setiap amal ibadah yang dikerjakan anak, maka orang tua akan dapat pahalanya. Dalilnya adalah berikut ini:


Pertama, Allah ta’alaa mengabarkan bahwa pahala akhirat didapatkan dari usaha amal kita di dunia.


أُولَٰئِكَ لَهُمْ نَصِيبٌ مِّمَّا كَسَبُوا ۚ وَاللهُ سَرِيعُ الْحِسَابِ


Mereka itulah yang memperoleh ganjaran dari apa yang telah mereka usahakan, dan Allah Maha Cepat perhitungan-Nya. (QS. Al-Baqarah: 202)


Sementara anak adalah bagian dari usaha orang tua. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,


‏إن أطيب ما أكلتم من كسبكم وإن أولادكم من كسبكم


“Sebaik-baik rizki adalah yang kalian makan dari usaha (jerih payah) kalian sendiri. Dan sungguh anak-anak kalian itu termasuk dari usaha kalian.” (HR. Tirmidzi, hadis Aisyah radhiyallahu’anha)


Kedua, ada dua makna doa:
– Doa mas-alah: berupa permohonan doa kepada Allah.
– Doa ibadah: berupa seluruh amal ibadah. Karena sejatinya tujuan dari ibadah kita adalah memohon pahala kepada Allah.
(Lihat : Liqo’ As-Syahri Syaikh Ibnu Utsaimin, pertemuan ke 47 binothaimeen.net


Di dalam hadis di atas tersebut “anak sholih yang mendoakan kedua orang tuanya”. Sementara makna doa mencakup dua macam di atas. Menunjukkan doa anak dan amal shalih yang ia kerjakan, otomatis orang tuanya mendapatkan manfaat dan pahalanya.


Dalam Fatawa Islam no. 51983 dijelaskan, “Ada pendapat ulama menyatakan bahwa setiap amal ibadah yang dilakukan anak, maka orang tua juga akan mendapatkan pahalanya. Meski si anak tidak mendoakan mereka (secara lisan). Sebagaimana jika seseorang meninggalkan sedekah jariyah, maka ia akan mendapatkan pahalanya meski orang yang mendapatkan manfaat atau memanfaatkan sedekah itu, tidak mendoakan si pemberi. Keterangan ini termaktub dalam kitab Syarah Ibnu Majah, karya Imam Suyuti dan Ad-Dahlawi.”


Wallahu a’lam bish showab.


No comments:
Write comments