Sidang Habib Bahar bin Smith Dijaga 1.086 Personil Polisi dan TNI

 


Seusai persidangan atas dakwaan Habib Bahar bin Smith yang beragendakan pembacaan eksepsi dari Tim Kuasa Hukumnya, perwakilan Kuasa Hukum, Munarman, mengatakan, tidak ada yang istimewa terhadap kasus tersebut.

"Ini sebenarya tindak pidana umum biasa, biasa sekali. Kami heran mengapa ini diperlakukan sangat istimewa seperti ini," kata Munarman saat keluar dari ruang sidang di Gedung Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bandung, Rabu (6/3/2019).

Munarman juga mempertanyakan sekaligus heran, mengapa tindak pidana umum yang dinilainya biasa tersebut harus dipindahkan lokasinya ke Pengadilan Negeri Bandung.

Terkait dakwaan yang berisikan pasal berlapis tersebut, Munarman mengatakan bahwa hal tersebut biasa.

"Dakwaannya terkait pasal penganiayaan, perampasan kemerdekaan, dan pasal perlindungan anak. Itu biasa," kata Munarman.

Munarman menambahkan bahwa kasus tersebut tidak ada kaitannya dengan isu keamanan negara, tidak ada terkait isu tindak pidana terorisme, dan tindak pidana korupsi.

Sidang yang beragendakan pembacaan eksepsi Habib Bahar bin Smith akan berlangsung di Gedung Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bandung, Rabu (6/3/2019).

Untuk pengamanan sidang tersebut, pihak kepolisian dan TNI mengerahkan personel sebanyak 1.086 personel.

Kabag Ops Polrestabes Bandung AKBP Dody Prawiranegara mengatakan pengamanan diberlakukan empat ring.

Ia menambahkan, tidak ada perbedaan pola pengamanan walaupun lokasi sidang diganti. Pada ring satu, pengamanan akan diperkuat karena banyaknya pintu masuk di gedung tersebut.

Untuk ring dua, petugas akan ditempatkan di pintu masuk ruang sidang, ring tiga di area tempat sidang, sedangkan ring empat di jalur lalu lintas.

"Ring satu dibagi menjadi empat bagian, karena pintu masuk cukup banyak jadi ada ring 1A, B, C dan D," kata AKBP Dody Prawiranegara di lokasi sidang.

"Secara gedung ini sangat representatif dengan Pengadilan Negeri. Ini tidak ada pagar, maka kami akan membentuk barrier jika ada massa yang hendak masuk," kata AKBP Dody Prawiranegara.

Menurut AKBP Dody Prawiranegara, pihaknya akan sangat selektif terhadap pengunjung persidangan. Bagi pengunjung sidang perempuan, ada polwan yang akan memeriksa setiap barang bawaan.







No comments:
Write komentar