Tenggara Malang Kembali Gempa 4,1 SR dan 27 Gempa Susulan Terjadi di Wilayah Indonesia

 


Gempa kembali mengguncang wilayah tenggara Kabupaten Malang, Jawa Timur, Selasa (19/2/2019). Pusat gempa berada di 160 km tenggara Malang dengan kedalaman 10 km.

Sebelumnya, wilayah Malang diguncang gempa beruntun sejak Selasa dini hari. Gempa pertama yang terjadi pada 02.30 WIB itu berkekuatan 5,9 SR.

Gempa ini berpusat di 159 kilometer tenggara Kabupaten Malang, Jawa Timur. Gempa ini dapat dirasakan hingga Lumajang dengan Skala MMI II-IV, Karangkates III, Blitar III, Sawahan III, Kuta II-III, Nusa Dua II-III, dan Malang dengan Skala MMI III.

BMKG juga merilis jika gempa besar yang mengguncang Malang tersebut, tidak berpotensi tsunami. Setelah gempa pertama, gempa terus menerus terjadi dengan skala bervairiasi. Catatan BMKG Yogyakarta, setidaknya terdapat 17 gempa susulan hingga Selasa siang.

Dengan terjadinya gempa besar di Malang tersebut, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberikan siaran pers terkait hal itu.

Hasil analisis BMKG menunjukkan informasi awal gempabumi ini berkekuatan Magnitudo 5,9 yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi Magnitudo 5,6.

Episenter gempabumi terletak pada koordinat 9,67 LS dan 112,74 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 170 km arah selatan Kota Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur pada kedalaman 42 km.

Menurut BMKG, gempa di selatan kabupaten Malang ini, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, tampak bahwa gempa ini diakibatkan oleh aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menyusup ke bawah lempeng Eurasia.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi ini dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan jenis sesar naik (thrust fault).

Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi tidak berpotensi tsunami.

Hingga pukul 03.00 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock) sebanyak 3 kali.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu dalam Twitternya mengatakan, saat ini belum ada dampak terkait gempa besar yang mengguncang Malang pada dini hari tadi.

"Dari Hasil pemantauan Pusdalops PB BPBD Kota Batu terkait dampak gempa 5,9 SR dini hari tadi terpantau belum ada dampak yang signifikan di kota Batu" tulis BPBD Kota Batu.

Menurut catatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa pertama terjadi sekitar pukul 02.30 WIB di Malang. Lindu berkekuatan M 5,9 ini bahkan terasa hingga ke Bali.

Menurut Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami Daryono, guncangan ini merupakan gempa dangkal akibat aktivitas subduksi landai zona megathrust.  Di zona ini Lempeng Indo-Australia menunjam ke bawah Lempeng Eurasia di bawah Samudra Hindia.

Hasil analisis BMKG menunjukkan episenter gempa terletak pada koordinat 9,67 Lintang Selatan dan 112,74 Bujur Timur, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 170 kilometer arah selatan Kota Kepanjen, Malang, pada kedalaman 42 kilometer.

Melihat kedalaman hiposenternya, tampak bahwa pusat gempa ini tepat berada di bidang kontak antar lempeng atau yang biasa disebut Interplate earthquake.

Sementara itu, hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault).

"Mekanisme ini sangat sesuai karena terjadi di zona tumbukan lempeng (plate collision)," kata Kepala Bidang Informasi Gempabumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG Daryono.

Daryono menyebut, hingga pukul 15.00 WIB telah terjadi 27 gempa susulan. 3 Gempa Lain Sekitar pukul 09.34 WIB gempa juga mengguncang wilayah Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Lindu dengan magnitudo 3,4 tersebut dirasakan warga Masamba dalam skala intensitas II MMI.

Episenter gempa berada di darat, 12 km arah utara Kecamatan Rampi, Kabupaten Luwu. Kedalaman gempa tercatat 10 km.

Sore hari, sekitar pukul 15.50 WIB, lindu mengguncang daerah Nusa Laut, Maluku. Kekuatan gempa tercatat M 4,2 dan dirasakan warga Masohi dalam skala intensitas II-III MMI. Pusat gempa berada di laut, 46 km timur Nusa Laut. Kedlaaman gempa 10 km.

Selanjutnya, lindu mengguncang Tana Toraja sekitar pukul 19.26 WIB. Magnitudo gempa adalah 3,2 dan dirasakan warga Kecamatan Bituang dalam skala II-III MMI. Episenter gempa berada di darat. Tepatnya 17 km arah utara Kecamatan Bituang, Tana Toraja pada kedalaman 10 km.



No comments:
Write komentar