3 Orang Bapak Seluruh Manusia

 

Al-Quran menyebutkan, bahwa ketika terjadi banjir besar di zaman Nabi Nuh ‘alaihis salam, semua manusia ditenggelamkan dan mati, kecuali mereka yang berada di atas kapal Nuh. Allah berfirman,


فَأَنْجَيْنَاهُ وَمَنْ مَعَهُ فِي الْفُلْكِ الْمَشْحُونِ . ثُمَّ أَغْرَقْنَا بَعْدُ الْبَاقِين


“Kami selamatkan Nuh dan orang-orang yang besertanya di dalam kapal yang penuh muatan. Kemudian sesudah itu Kami tenggelamkan orang-orang yang tinggal.” (QS. as-Syu’ara: 119-120)


Allah juga berfirman di ayat yang lain,


فَكَذَّبُوهُ فَنَجَّيْنَاهُ وَمَنْ مَعَهُ فِي الْفُلْكِ وَجَعَلْنَاهُمْ خَلَائِفَ وَأَغْرَقْنَا الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُنْذَرِينَ


“Mereka mendustakan Nuh, maka Kami selamatkan dia dan orang-orang yang bersamanya di dalam bahtera, dan Kami jadikan mereka itu pemegang kekuasaan dan Kami tenggelamkan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka perhatikanlah bagaimana kesesudahan orang-orang yang diberi peringatan itu..” (QS. Yunus: 73).


Kemudian, setelah mereka diselamatkan oleh Allah, semua manusia yang ikut dalam perahu menjalani kehidupan di bumi. Namun tidak ada satupun diantara mereka yang keturunannya dilestarikan oleh Allah, selain keturunan Nuh. Artinya, mereka semua tidak berketurunan, selain Nuh ‘alaihis salam.


Allah berfirman,


وَلَقَدْ نَادَانَا نُوحٌ فَلَنِعْمَ الْمُجِيبُونَ . وَنَجَّيْنَاهُ وَأَهْلَهُ مِنَ الْكَرْبِ الْعَظِيمِ . وَجَعَلْنَا ذُرِّيَّتَهُ هُمُ الْبَاقِينَ


Sesungguhnya Nuh telah menyeru Kami: maka sesungguhnya sebaik-baik yang memperkenankan (adalah Kami). Dan Kami telah menyelamatkannya dan pengikutnya dari bencana yang besar. Dan Kami jadikan anak cucunya (Nuh) orang-orang yang melanjutkan keturunan. (QS. as-Shaffat: 75-77).


Di surat as-Saffat pada ayat 77 di atas, Allah menegaskan, “Dan Kami jadikan anak cucunya (Nuh) orang-orang yang melanjutkan keturunan”. Ayat ini merupakan dalil bahwa keturunan yang tersisa hanya keturunan Nuh – alaihis salam –.


Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma, beliau mengatakan, "Tidak ada yang tersisa selain keturunan Nuh – alaihis salam –".


Keterangan yang lain disampaikan Qatadah – ulama ahli tafsir di kalangan tabi’in – "Semua manusia adalah keturunan Nuh ‘alaihis salam." Keterangan mereka disebutkan dalam tafsir Ibnu Katsir. (Tasir Ibnu Katsir, 7/22).


Ibnu Katsir di tempat yang lain juga menegaskan, "Sesungguhnya Allah tidak memberikan keturunan dan nasab bagi kaum mukminin yang ikut nabi Nuh, selain Nuh ‘alaihis salam." (al-Bidayah wa an-Nihayah, 1/114).


Berdasarkan keterangan di atas, kita menyimpulkan bahwa semua manusia yang hidup setelah zaman Nuh adalah keturunan nabi Nuh ‘alaihis salam.


Ada sebagian yang menyebutkan bahwa tidak ada keturunan Adam yang menghasilkan keturunan selain Nabi Syits. Ini sebagaimana keterangan at-Thabari. Dari Syits inilah adanya keturunan. Dan nasab semua manusia hari ini kembali kepadanya, setelah ayahnya Adam. Sehingga Syits adalah bapak manusia.


Kesimpulannya, bahwa bapak manusia ada 3 orang:


[1] Nabi Adam – alaihis salam – manusia pertama yang Allah ciptakan.


[2] Nabi Syits – alaihis salam – satu-satunya keturunan Adam yang memberikan keturunan setelahnya.


[3] Nabi Nuh – alaihis salam – satu-satunya manusia yang berketurunan setelah banjir bandang.


Allahu a’lam.


No comments:
Write komentar