Hukum Melangkahi Orang yang Sedang Tidur

 

Melangkahi badan orang yang sedang tidur, secara umum masuk pada ranah masalah adab. Ketika ini dinilai mengganggu orang yang tidur, jelas tidak selayaknya dilakukan. Karena semua tindakan menggangggu orang yang tidak bersalah, tidak dibolehkan.


Hanya saja, jika orang yang tidur itu mengganggu, karena dia tidur di tempat yang sering dilewati orang, maka tidak masalah jika tidak ada pilihan untuk lewat, selain harus melangkahinya.


Dalam Fatwa Syaikh Dr. Abdullah Aljibrin, Beliau pernah ditanya mengenai hukum melangkahi orang yang sedang tidur di masjidil haram, terutama setelah subuh.


Beliau menjelaskan, "Tidak ada masalah melangkahi orang-orang yang tidur itu ketika dibutuhkan untuk melewati mereka. Jika memungkinkan untuk mencari celah diantara dua orang, agar tidak melangkahi orang yang tidur, itu lebih baik. Jika tidak memungkinkan cari celah, dan terpaksa melangkahi bagian kaki atau betisnya, itu lebih ringan. Jika tidak bisa, boleh melangkahi bagian kepala atau dada mereka, sebab ini salah mereka yang menghalangi jalan. (http://www.ibn-jebreen.com/fatwa/vmasal-13036-.html)


Bagaimana dengan mitos Melangkahi Tubuh Manusia yang Tidur ? Namanya mitos, tetap mitos.. bukan realita.. karena itu, meyakininya termasuk penyimpangan dalam masalah pemikiran.


Ada beberapa keyakinan masyarakat dalam masalah ini, diantaranya, Melangkahi tubuh orang yang tidur sama dengan hutang darah. Padahal hutang darah sama dengan pembunuhan. Ada juga yang meyakini, melangkahi badan orang yang tidur bisa mengurangi nyawanya. Padahal usia semua manusia telah ditakdirkan. Tidak ada dalil akan terjadi pemangkasan usia karena dilangkahi jasadnya.


Allahu a’lam.


No comments:
Write komentar