Kultum : Bersyukur Kepada Allah

 

Allah SWT berfirman:

وَاِنْ تَعُدُّوْا نِعْمَةَ اللّٰهِ لَا تُحْصُوْهَا ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَـغَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

"Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sungguh, Allah benar-benar Maha Pengampun, Maha Penyayang." (QS. An-Nahl 16: Ayat 18)

Allah SWT berfirman:

فَاذْكُرُوْنِيْۤ  اَذْكُرْكُمْ وَاشْکُرُوْا لِيْ وَلَا تَكْفُرُوْنِ

"Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku." (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 152)

Allah SWT berfirman:

وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ  لَاَزِيْدَنَّـكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ

"Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat." (QS. Ibrahim 14: Ayat 7)

Allah SWT berfirman:

يَعْمَلُوْنَ لَهٗ مَا يَشَآءُ مِنْ مَّحَارِيْبَ وَتَمَاثِيْلَ وَجِفَانٍ كَالْجَـوَابِ وَقُدُوْرٍ رّٰسِيٰتٍ   ۗ  اِعْمَلُوْۤا اٰلَ دَاوٗدَ شُكْرًا   ۗ  وَقَلِيْلٌ مِّنْ عِبَادِيَ الشَّكُوْرُ

"Mereka (para jin itu) bekerja untuk Sulaiman sesuai dengan apa yang dikehendakinya di antaranya (membuat) gedung-gedung yang tinggi, patung-patung, piring-piring yang (besarnya) seperti kolam, dan periuk-periuk yang tetap (berada di atas tungku). Bekerjalah wahai keluarga Dawud untuk bersyukur (kepada Allah). Dan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang bersyukur." (QS. Saba' 34: Ayat 13)

Dikisahkan suatu hari ‘Umar bin al-Khaththab pernah melewati seorang pria di pasar, lalu orang tersebut berdoa dan mengucapkan :

« اللهم اجْعَلْنِي مِنْ عِبَادِكَ القَلِيْلِ … اللهم اجْعَلْنِي مِنْ عِبَادِكَ القَلِيْلِ »

“`Ya Allah, Jadikanlah diriku termasuk hamba-hamba-Mu yang sedikit… Ya Allah, Jadikanlah diriku termasuk hamba-hamba-Mu yang minoritas… “`

Lantas Sayyidina Umar pun bertanya : “Darimana kamu dapati doa seperti ini??”

Pria tersebut menjawab : “Sesungguhnya Allah berfirman di dalam Kitab-Nya yang mulia :

وَقَلِيلٌ مِّنْ عِبَادِيَ الشَّكُورُ

"Dan alangkah sedikitnya hamba-hamba-Ku uang bersyukur“

Lantas Sayyidina Umar pun menangis. Pria itu lalu berkata : “Setiap orang sepertinya lebih faqih dari Anda wahai Umar.” (Atsar diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dalam _al-Mushonnaf)

قال ابن القيم - رحمه الله
الشكر يكون : بالقلب : خضوعاً واستكانةً ، وباللسان : ثناءً واعترافاً ، وبالجوارح : طاعةً وانقياداً
" مدارج السالكين " ( 2 / 246 )

Ibnu Qoyim berkata :
1. syukur dalam hati adalah tunduk pada ketentuan Allah dan tenang menerima pemberian Allah.
2. Syukur dalam lisan adalah memuji Allah dan meyakini kebesaran Allah.
3. Syukur dalah anggota tubuh adalah taat kepada Allah dan menjalankan syariat Allah.

1. Syukur dalam Hati
Dikisahkan ibrahim bin adham pergi ke pasar lalu menemukan orang tangan dan kakinya buntung, matanya buta dan kulitnya lepra. Kalau ada orang yang memberikan makan langsung disuapkan ke mulutnya lalu dia mengucapkan "Alhamdulillah atas nikmat Allah yang begitu besar in".

Mendengar ucapan orang itu maka ibrohim bin adham berhenti lalu mengatakan "nikmat apa yang kau dapatkan dengan kondisi seperti ini ?" Lantas orang itu menjawab, "Allah telah mengambil kedua tangan dan kakiku juga mataku, tapi Allah masih meninggalkan kepadaku dua hal yaitu QOLBAN SYAKIRON WA LISANAN DZAKIRON."
- tidak ada yang lebih nikmat di dunia ini kecuali lisanan Qolban syakiron wa lisanan dzakiron
- inti kenikmatan adalah hati yang bersyukur

2. Syukur dalam lisan
Dalam kitab aqidah wasitiyah perbedaan antara al hamdu dan as syukru. Alhamdu hanya sebatas dilisan sedangkan syukru bisa dengan lisan dan perbuatan yang lainnya.
- ucapkan alhamdulillah setiap mendapatkan nikmat
- sujud syukur hanya mendapatkan nikmat baru yang besar bukan setiap nikmat

3. Syukur dalam perbuatan

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا صَلَّى قَامَ حَتَّى تَفَطَّرَ رِجْلَاهُ قَالَتْ عَائِشَةُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَتَصْنَعُ هَذَا وَقَدْ غُفِرَ لَكَ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِكَ وَمَا تَأَخَّرَ فَقَالَ يَا عَائِشَةُ أَفَلَا أَكُونُ عَبْدًا شَكُورًا

Dari Aisyah berkata: Bila shalat, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berdiri hingga kaki beliau bengkak. Aisyah berkata: Wahai Rasulullah, kenapa Tuan melakukan ini padahal Allah telah mengampuni dosa Tuan yang telah berlalu dan yang dikemudian. Beliau bersabda: "Apakah aku tidak menjadi hamba yang bersyukur?" (HR. Bukhari 1432)

Penutup : minta pertolongan Allah agar selalu bersyukur

عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَخَذَ بِيَدِهِ وَقَالَ يَا مُعَاذُ وَاللَّهِ إِنِّي لَأُحِبُّكَ وَاللَّهِ إِنِّي لَأُحِبُّكَ فَقَالَ أُوصِيكَ يَا مُعَاذُ لَا تَدَعَنَّ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلَاةٍ تَقُولُ اللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

Dari Mu'adz bin Jabal bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menggandeng tangannya dan berkata: "Wahai Mu'adz, demi Allah, aku mencintaimu." Kemudian beliau berkata: "Aku wasiatkan kepadamu wahai Mu'adz, janganlah engkau tinggalkan setiap selesai shalat untuk mengucapkan, "ALLAAHUMMA A'INNII 'ALAA DZIKRIKA WA SYUKRIKA WA HUSNI 'IBAADATIK" (Ya Allah, bantulah aku untuk berdzikir dan bersyukur kepadaMu serta beribadah kepadaMu dengan baik.). (HR. Abu Daud 503)

Allahu a'lam





No comments:
Write komentar