Hukum Sandal Bertuliskan Arab

 

Bagian dari iman kepada al-Quran dan sunah adalah memuliakan keduanya. Karena itu, termasuk tindakan pelanggaran terhadap kemuliaan al-Quran, ketika seseorang meletakkan kertas bertuliskan ayat al-Quran di sembarang tempat, yang menyebabkan terinjak atau ditendang.


An-Nawawi mengatakan, "Para ulama sepakat wajibnya menjaga mushaf dan memuliakannya. " (al-Majmu’, 2/85).


Bahkan sebagian ulama menyebutkan, jika kita menemukan kertas yang tidak kita ketahui isinya, dan ada kemungkinan berisi ayat al-Quran atau hadis Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, namun kita menelantarkannya, maka bisa jadi kita berdosa.


Muhammad al-Aqib bin Mayabi dalam kitab Nawazil al-Alawi menyatakan, "Orang yang membiarkan sehelai kertas yang tidak diketahui isinya di tengah jalan, maka dia berdosa. Apalagi jika sudah tahu itu ayat al-Quran atau teks hadis, lalu dia menginjaknya. Bisa sampai pada tingkat kekufuran."


Hanya saja, aturan ini berlaku jika yang tertulis adalah kalam Allah (al-Quran) atau hadis Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, atau tertulis nama Allah (Lafadz al-Jalalah). Namun jika yang tertulis adalah kalimat umum yang tidak mengandung 3 unsur kalimat di atas, maka tidak masuk dalam larangan.


Tidak semua tulisan arab adalah al-Quran atau hadis. Al-Quran dan hadis berbahasa arab, tapi tidak semua tulisan arab adalah al-Quran dan hadis. Bahasa arab sudah ada sebelum al-Quran diturunkan dan Hadis disabdakan.


Jika ada tulisan arab, isi nya penjelasan bagaimana cara masak mie instan – seperti tulisan di bungkus Mie Instan di saudi – bolehkan bungkus ini dibuang di sampah?


Jawabannya Boleh, karena penjelasan cara masak bukan al-Quran atau hadis dan di sana tidak ada tertulis nama Allah. Kita bisa jumpai bungkus makanan, minuman, atau apapun di negara-negara teluk, bertuliskan arab, berserakan di sampah atau di tanah.


Sehingga, sandal bertuliskan arab Yamin [يمين] yang artinya kanan, dan Syimal [شمال] yang artinya kiri, tidak masalah, sekalipun tulisan ini diinjak. Namun jika kita menemukan kertas bertuliskan nama Allah tercecer, usahakan untuk diambil dan tempatkan di tempat yang mulia. Semoga Allah mengangkat derajat kita.


Dikisahkan, ada seseorang yang sedang mabuk, lalu dia menjumpai sebuah kertas di tanah bertuliskan nama Allah. Diapun mengambilnya,“Ya Allah, nama-Mu tercecer di sini terhinakan.”


Lalu dia membeli minyak wangi, kemudian dia beri kertas itu wewangian, dan dia taruh di atas. Hingga dia bermimpi, mendengar suara, “Kamu telah bersikap baik kepada-Ku maka Aku akan bersikap baik kepadamu. Kamu telah mengangkat nama-Ku, maka Akupun mengangkatmu.” Kejadian ini menjadi sebab dia bertaubat, dan menjadi orang yang zuhud.


Allahu a’lam.


No comments:
Write komentar