Bolehkah Menyalurkan Dana Zakat Untuk Buka Puasa ?

 

Pada asalnya zakat uang dikeluarkan dalam bentuk uang. Zakat beras dikeluarkan dalam bentuk beras, zakat hasil pertanian dikeluarkan dalam bentuk hasil pertanian, dst. Mengeluarkan zakat dengan bentuk yang berbeda dari harta yang dizakati diistilahkan para ulama dengan mengeluarkan zakat dalam bentuk al-qimah (ikhraj al-qimah).


Syaikhul Islam menyatakan, "Ikhraj al-qimah untuk zakat, kaffarah, maupun yang lainnya, yang makruf dalam madzhab Malik dan Syafii, hukumnya tidak boleh. Sementara menurut Abu Hanifah dibolehkan. Sementara dalam Madzhab Ahmad – rahimahullah – di beberapa tempat beliau melarang ikhraj al-qimah dan beliau membolehkan di kesempatan yang lain. Sebagian ulama hambali ada yang menetapkan salah satunya dan ada yang menyatakan bahwa beliau memiliki 2 riwayat dalam hal ini. dan yang lebih mendekati dalam hal ini, membayar ikhraj al-qimah untuk zakat tanpa ada kebutuhan dan maslahat yang besar, hukumnya dilarang." (Majmu’ al-Fatawa, 25/82).


Sebagai contoh Si A berkewajiban menyerahkan zakat mal senilai Rp 2,5jt. Jika si A menyerahkannya dalam bentuk hidangan berbuka, maka si A menyerahkan zakatnya dalam bentuk selain uang. Dan dari keterangan di atas, hukumnya dilarang.


Karena itu, jika yang anda zakati adalah harta dalam bentuk uang atau tabungan, keluarkan zakatnya dalam bentuk uang dan bukan dalam bentuk nasi atau makanan.


Kesimpulan ini juga difatwakan oleh lembaga Fatwa Syabakah Islamiyah, "Yang difatwakan di tempat kami adalah larangan mengeluarkan zakat mal dalam bentuk makanan." (Fatawa Syabakah Islamiyah, no. 218029)


Mohon untuk dipahami, bahwa penjelasan di atas bukan berarti melarang kita untuk memberi berbuka puasa. Namun hindari penggunaan zakat mal untuk menyediakan berbuka puasa. Zakat mal diserahkan kepada fakir miskin atau orang yang terlilit utang atau siapapun yang berhak menerima zakat di tempat kita. Dan diserahkan dalam bentuk uang, bukan makanan. Sementara donasi berbuka puasa bisa kita alokasikan dari dana yang lain, tanpa mengganggu zakat.


Allahu a’lam.


No comments:
Write komentar