Apakah Harta Anak Yatim Wajib Dikeluarkan Zakatnya ?

 

Allah mewajibkan zakat kepada semua orang muslim yang memiliki harta. Allah berfirman,


وَالَّذِينَ فِي أَمْوَالِهِمْ حَقٌّ مَعْلُومٌ . لِلسَّائِلِ وَالْمَحْرُومِ


“Orang-orang yang dalam hartanya tersedia bagian tertentu, (24) bagi orang (miskin) yang meminta dan orang yang tidak mempunyai apa-apa (yang tidak mau meminta).” (QS. al-Ma’arij: 24-25).


Allah juga berfirman,


خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ


“Ambillah zakat dari harta mereka, yang itu akan membersihkan dan mensucikan, dan doakanlah mereka… (QS. at-Taubah: 103).


Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika mengutus Muadz radhiyallahu ‘anhu ke Yaman untuk mendakwahkan islam, beliau berpesan,


أَعْلِمْهُمْ أَنَّ اللَّهَ افْتَرَضَ عَلَيْهِمْ صَدَقَةً فِي أَمْوَالِهِمْ ، تُؤْخَذُ مِنْ أَغْنِيَائِهِمْ وَتُرَدُّ عَلَى فُقَرَائِهِمْ


Sampaikan kepada mereka bahwa Allah mewajibkan zakat untuk harta mereka. diambil dari orang kaya diantara mereka, dan dikembalikan kepada orang miskin di sekitar mereka. (HR. Bukhari 1395)


Zakat diambil dari orang kaya dan diserahkan kepada oran miskin. Sementara untuk disebut orang kaya tidak harus baligh. Sehingga anak kecil yang punya harta banyak, juga termasuk dalam cakupan makna ini.


Syaikhul Islam menjelaskan, "Wajib mengeluarkan zakat untuk harta anak yatim, menurut Imam Malik, Laits bin Sa’d, Imam as-Syafi’i, Imam Ahmad, Abu Tsaur. Dan pendapat ini juga diriwayatkan dari Umar, Aisyah, Ali, Ibnu Umar, dan Jabir radhiyallahu ‘anhum. Umar mengatakan, ‘Perdagangkan harta anak yatim, agar tidak berkurang karena dizakati ’. Aisyah juga menyatakan yang semisal. Pendapat ini juga diriwayatkan dari al-Hasan bin Ali, dan ini juga pendapat Atha’, Jabir bi Zaid, Mujahid, dan Ibnu Sirin. (Majmu’ Fatawa, 25/18)


Sementara itu, menurut hanafiyah, anak yatim tidak wajib mengeluarkan zakat, karena dia belum baligh. Sebagaimana dia juga tidak berkewajiban melaksanakan shalat dan puasa, hingga baligh.


Namun alasan ini lemah. Jumhur membantah, anak kecil tidak wajib shalat dan puasa, karena ini ibadah badaniyah (ibadah fisik). Sementara zakat adalah ibadah maliyah, sehingga terkait hak harta. Dan hak harta juga mengikat bagi seorang anak.


Siapa yang Bertanggung Jawab Mengeluarkannya?


Si anak ini bisa jadi tidak bisa memahami teknis mengeluarkan zakat. Karena itu, walinya bertanggung jawab dalam mengeluarkannya.


Ibnu Qudamah mengatakan, "Jika sudah jelas wajibnya zakat untuk harta milik anak kecil dan orang gila – maka wali bertanggung jawab untuk mengeluarkan zakat dari harta mereka. karena ini zakat yang wajib. Sehingga harus dikeluarkan, sebagimana zakat untuk orang baligh." (al-Mughni, 2/488).


Allahu a’lam.


No comments:
Write komentar