Ustaz, Biksu dan Pastor Jadi Korban Serangan Brutal, Suryo Prabowo: BY DESIGN?

 

Kejadian penyerangan ulama yang marak terjadi belakangan ini sungguh meresahkan masyarakat. Namun belum beres dengan penyerangan para ustaz, kini kejadian penyerangan kembali terjadi. Kali ini, Kapel (gereja kecil) St. Lidwina Bedhog yang secara administrasi gerejani berada di bawah Paroki Hati St. Maria tak Bercela, Kumetiran, Sleman, Yogyakarta.


Diketahui seorang pria berumur 30-an tiba-tiba mengamuk sambil mengacung-acungkan samurai saat ratusan umat Gereja St Lidwina Bedhog Trihanggo, Sleman, Yogyakarta, tengah khusyuk menggelar ibadat pada Ahad pagi, 11 Februari 2018.


Pelaku berkaus hitam itu langsung membabi buta menyabetkan samurai sepanjang satu meteran ke arah umat. Sedikitnya lima umat, termasuk pemimpin ibadah, Romo Karl Edmund Prier SJ, mengalami luka sabetan samurai.


Pastor Karl Edmund Prier SJ, bukanlah sembarang imam. Beliau adalah misionaris asal Jerman, pendiri sekaligus Direktur Pusat Musik Liturgi (PML) Yogyakarta.


Kejadian ini juga segera direspon oleh Uskup Agung Semarang Mgr. Robertus Rubyatmoko, dengan mengeluarkan sebuah imbauan.


Berikut imbauan dari Mgr. Robertus Rubyatmoko yang diterima redaksi via pesan Whatsapp.


Para Romo lan para kadang ingkang kula tresnani. Berkah Dalem. Mangga ngadhepi kahanan ing ngayojakarta kanthi manah ingkang adhem. Sampun ngantos umat lan masyarakat sami papudon tanpa jluntrung. Ugi sampun ngantos pasamuwan suci diedu kaliyan pemerintah.


Pramila kula ngajak Panjenengan sedaya kangge lerem manahipun. Maturnuwun lan berkah Dalem.


(Para imam dan saudara yang saya kasihi. Tuhan Sertamu. Mari kita menghadapi keadaan di Yogyakarta dengan kebeningan hati.


Jangan sampai umat saling berselisih tanpa ujung pangkalnya.


Dan jangan sampai pihak Gereja saling berselisih /diadu dengan pemerintah.


Saya mengajak saudara saudara semua agar tidak emosi.


Terima kasih.


Berkah Dalem.


Mgr. Rubyatmoko, Red)


Menanggapi kejadian biadab tersebut, Letjen TNI (Purn) Suryo Prabowo mempertanyakan apakah rangkaian kejadian ini by design alias sudah dirancang sebelumnya.


ada apa dgn Indonesia ?


belum dingin isu pembunuhan ustadz oleh org gila, isu penganiayaan santri, lalu video viral ttg pengusiran biksu,


dan ..... pagi ini ada org gila di Gereja St. Lidwina, Bedog, Sleman.


mungkinkah ini terjadi “by design”? pic.twitter.com/4h3ZrBLlAd


— J.S. Prabowo (@marierteman) February 11, 2018


Namun menurut seorang netizen dengan akun @wartapolitik, ada sekelompok orang yang sengaja memanasi situasi Yogya.


Mengenai aksi teror pria berpedang di #Bedog #Sleman #Yogyakarta yang melukai Pastor Edmund Prier, SJ, Uskup Agung Semarang Robertus Rubiyatmoko telah mengeluarkan pernyataan resmi.


Beliau meminta seluruh umat TENANG dan ADEM.


— Warta🌐Politik™ (@wartapolitik) February 11, 2018


TENANG DAN ADEM artinya tidak membagikan status atau foto dengan caption provokatif.


Beliau berpesan:


"...ugo sampun ngantos pasamuwan suci diedu kaliyan pemerintah".


Pesan ini PENTING. #Bedog #Sleman #Yogyakarta https://t.co/Rxf9A4RTL5


— Warta🌐Politik™ (@wartapolitik) February 11, 2018


Sebelum tragedi #Bedog #Sleman #Yogyakarta, suasana tenang di Yogya coba diusik oleh sekelompok orang yang memanasi suasana saat Sultan Yogya meminta umat Katolik untuk tidak melakukan baksos yg mengatasnamakan gereja. https://t.co/YMaT8lnSH1


— Warta🌐Politik™ (@wartapolitik) February 11, 2018


Warga asli Yogyakarta, taat pada anjuran Sri Sultan HB X.


Rupanya hal itu mengganggu para provokator (beberapa dari mereka adalah selebtweet dari luar Yogya yang berafiliasi pada tokoh politik tertentu). https://t.co/BEgfss1psB


— Warta🌐Politik™ (@wartapolitik) February 11, 2018


Segala bentuk upaya adu domba pihak Gereja Katolik dengan Pemerintah Provinsi DIY inilah yang diharapkan dengan sungguh oleh Uskup Agung Semarang TIDAK TERJADI.


Jangan sampai Gereja Katolik DIADU dengan Pemerintah.


Cc: Jendral @marierteman https://t.co/vFACGRKQHn


— Warta🌐Politik™ (@wartapolitik) February 11, 2018


No comments:
Write komentar