Sisa Umur Sangat Pendek

 

Sisa umur ini pendek sangatlah pendek. Selagi selera makan maka makanlah. Selagi  layak pakai maka pakailah. Selagi bermanfaat sehingga harus dibeli maka belilah. Selagi bisa untuk memberi maka berbagilah. Selagi bisa silaturahmi maka lakukanlah. Nikmatilah hidup apa adanya.


Dulu kita berusaha untuk memiliki. Kini saatnya untuk melepas, harta, tahta, anak, istri semua akan kembali kepada Allah. Sehari berlalu, umur berkurang, berbuat baiklah karena kita tidak tahu kapan akan dipanggil. Hidup ini sangat singkat dalam sekejap kita mulai tua dan pasti masuk pusara. Jangan tengok ke atas akan selalu kurang, tengok ke bawah bisa merasa cukup dan syukuri apa adanya pasti bahagia.


Yang terbaik adalah berbuat  baik, membantu orang lain, jangan  menyakiti, latih diri dengan berbaik sangka, agar sehat lahir batin. Kasih orang tua tidak ada batas. Sadarlah, bila anak sakit, orang tua bagai teriris, bila orang tua sakit anak cuma menengok dan bertanya. Anak-anak memakai uang orang tua seperti keharusan, tetapi orang tua memakai uang anak pasti rikuh. Cukupilah diri sendiri jangan berharap pemberian anak.


Rumah orang tua adalah rumah anak, tetapi rumah anak bukanlah rumah orang tua. Orang tua selalu mendoakan anak, tapi anak jarang  mendoakan orang tua. Maka bekali kubur kita dengan amal yang banyak, jangan bergantung pada doa anak. Kebaikan dan keburukan sebagai ujian dan tidak akan berakhir sampai kita mati.


No comments:
Write komentar