Pelaku penyerangan gereja St. Lidwina Sleman berstatus mahasiswa

 

Pelaku penyerangan Gereja St. Lidwina, Bedog, Sleman, Yogyakarta diketahui berstatus mahasiswa. Keterangan didapat dari pernyataan Kapolda DIY Brigjen Pol Ahmad Dofiri.


"Ya pelaku mahasiswa. Kami sudah mengamankan ijazah dan tas serta samurai yang menjadi alat penyerangan," kata Ahmad.


Terkait mahasiswa dari perguruan tinggi mana, Ahmad mengatakan masih akan menggali keterangan lebih jauh setelah pelaku selesai menjalani perawatan.


Saat ini pelaku, disebutkan bernama Suyono, tengah dirawat di RS Bhayangkara karena mengalami luka pada bagian lutut usai ditembak petugas.


Ahmad mengharapkan semua bisa menjaga kondisi saat ini dan tidak berspekulasi.


"Saat ini kami belum bisa menjelaskan keterangan secara terperinci. Tidak boleh berspekulasi. Kondisi pelaku belem stabil. Setelah stabil baru bisa interogasi lebih dalam. Termasuk motif di baliknya," jelasnya.


Yang pasti Ahmad mengecam tindakan tersebut. "Tindakan biadab patut kutuk bersama," katanya. Ditanya adakah kaitan penyerangan ini dengan sejumlah kasus sebelumnya di Yogyakarta, Ahmad menjawab, "Belum bisa mengaitkan. Latar belakang jaringan belum tahu," ungkapnya.


Ahmad mengajak masyarakat Yogyakarta untuk tetap tenang. Polisi akan mengusut kasus dengan setuntasnya.


Sementara itu anggota Dewan Pengarah UKP-PIP Benny Susetyo, Pr meminta seluruh umat Katolik untuk tetap tenang dan memercayakan kasus penyerangan terhadap Gereja St. Lidwina di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, kepada kepolisian.


"Umat Katholik tidak perlu panik dan memercayakan ini semua kepada kepolisian. Kita berharap polisi bisa profesional dan segera mengungkap motif di balik penyerangan itu," kata Romo Benny kepada Antara di Jakarta.


Selain itu, Romo Benny berharap umat beragama tidak mudah terjebak dalam rekayasa isu yang melibatkan sentimen suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) untuk memecah belah kerukunan hidup beragama.


No comments:
Write komentar