Hukum Menyiapkan Galian Kuburan untuk Diri Sendiri

 

Mengingat mati dan bersiap menghadapi kematian termasuk tindakan yang dianjurkan. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ – يَعْنِي : الْمَوْتَ


“Perbanyaklah mengingat pemusnah semua kenikmatan”, yaitu kematian. (HR. Nasai 1824, Turmudzi 2307 dan dishahihkan al-Albani)


Dan bentuk persiapan kematian adalah dengan memperbanyak amal soleh dan ketaatan kepada Allah, menyelesaikan semua hak orang lain, menghindari setiap kedzaliman, dan banyak berbuat baik kepada sesama.


Seorang ulama Syafiiyah – Zakariya al-Anshari mengatakan, "Tidak dianjurkan untuk menyiapkan kafan bagi diri sendiri… kecuali karena alasan tertentu… baik-baik saja jika disiapkan kafan. Dan terdapat riwayat yang shahih dari sebagian sahabat yang melakukan hal ini." (Asna al-Mathalib, 1/310).


Apa yang dinyatakan Syaikh Zakariya sesuai dengan hadis dari Sahl bin Sa’d Radhiyallahu ‘anhu, beliau bercerita,


Ada seorang wanita datang kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan membawa selembar kain.


“Ya Rasulullah, kain ini saya pintal sendiri, dan saya ingin agar anda memakainya.” Kata si Wanita.


Lalu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menerimanya. Beliau memakai kain itu sebagai sarung.


Lalu ada seorang sahabat meminta, “Ya Rasulullah, bolehkah kain itu saya pakai?”


“Silahkan..” jawab Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.


Kemudian Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyiapkannya dan menyerahkan kain itu kepadanya.


Di akhir hadis, Sahl mengatakan,


فَقَالَ لَهُ الْقَوْمُ : مَا أَحْسَنْتَ ، سَأَلْتَهَا إِيَّاهُ ، لَقَدْ عَلِمْتَ أَنَّهُ لَا يَرُدُّ سَائِلًا . فَقَالَ الرَّجُلُ : وَاللَّهِ مَا سَأَلْتُهُ إِلَّا لِتَكُونَ كَفَنِي يَوْمَ أَمُوتُ . قَالَ سَهْلٌ : فَكَانَتْ كَفَنَهُ


Ada seseorang yang berkomentar, “Kamu ini bagaimana, kamu memintanya dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Padahal kamu sudah tahu bahwa beliau tidak pernah menolak ketika ada orang yang meminta.” Sahabat ini menjawab, “Demi Allah, aku tidak meminta beliau, selain agar kain ini akan kujadikan kafanku ketika aku mati.”


Kata Sahl, “Dan kain itupun menjadi kafannya.” (HR. Bukhari 1277).


Ibnu Batthal menjelaskan hadis ini, “Hadis ini menunjukkan bolehnya menyiapkan sesuatu sebelum dibutuhkan. Dan ada beberapa orang soleh yang menyiapkan kuburan mereka dengan digali sendiri.” (Syarh Shahih Bukhari Ibnu Batthal, 3/267).


Dengan demikian, menyiapkan kain kafan atau galian kuburan, hukumnya dibolehkan, meskipun tidak kita yakini  bahwa ini bagian dari sunah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.


Allahu a’lam.


Sumber :
- HR. Nasai 1824
- kitab Asna al-Mathalib, 1/310
- HR. Bukhari 1277
- Syarh Shahih Bukhari Ibnu Batthal, 3/267


No comments:
Write komentar