Menulislah Agar Sejarah Mengenangmu

 

Menulis sungguh sangat menyenangkan buat mereka yang memang hobi melakukannya sekaligus membosankan buat mereka yang tidak suka melakukannya. Tapi sejarah menunjukan bahwa manusia dikenang dengan gagasan, selanjutnya pemikiran dan hanya bisa disimpan melalui tulisan. Selebihnya waktu akan melupakannya. Maka tidak heran kita mengenal hingga turut membaca serta menyelami kehidupan orang-orang hebat, semua itu karena karya-karya yang telah disusun dan sudah ditulis.


Ada sebuah cerita tentang salah satu tokoh yang sempat kondang lewat sebuah institusi. Penasaran dengan tokoh tersebut, maka seorang penulis berupaya untuk menggali information tentang tokoh tersebut. Namun tidak banyak data yang didapat tentang tokoh tersebut. Tokoh tersebut ternyata tak menampilkan dirinya dan bagaimana gagasannya. Cukup disayangkan sebenarnya. Karena bisa saja dalam waktu beberapa dasawarsa kedepan orang-orang tak ingat tokoh itu, tidak tahu bagaimana pemikiran serta gagasannya. Sebab itu, jika kita hendak dikenal dunia dan diingat zaman maka menulislah.


Kita teringat dengan surat Al-Alaq, khsususnya ayat 4 dan 5, Allah dengan jelas mengatakan bahwa Allah adalah pengajar terbaik, dan mengajar-Nya itu dengan perantara "pena". Ini artinya belajar yang sangat baik ialah salah satunya dengan menuliskannya. Nasihat Sayyidina Ali bin Abi Thalib r.a. "Ikatlah Ilmu dengan Menuliskannya", Pesan yang luar biasa disampaikan sahabat yang dijuluki "Babul Ilmi" yang berarti pintu ilmu oleh Rasul shalallahu alaihi wasallam.


Jadi segeralah menulis, menulis semua yang ada dalam kehidupan kita, Catat sesuatu yang sudah kita kerjakan. Tulis sesuatu yang menjadi impian kita. Dengan begitu kita dapat melihat apa saja yang sudah kita lakukan. Saat ini alat buat menulis sudah beragam, tergantung tujuan pemakaiannya mulai diary, blog site, sampai berupa website.


Aziziah, 26 Rabiutsani 1439 H


No comments:
Write komentar