Menciptakan Kebahagiaan Hidup

 

Bahagia itu diciptakan bukan datang secara tiba-tiba. Kesyukuran dapat memberikan ketenangan. Bergantung kepada manusia hanya menjadikan kecewa. Bedoa dan berusaha merupakan tangga kesuksesan. Uang dilihat dari kualitasnya bukan dari kuantitasnya. Sedikit bermanfaat lebih baik daripada banyak tapi membahayakan. Itulah keberkahan rizki.


Kehidupan manusia bukan diukur dengan lama waktunya, tapi diukur dengan banyak manfaatnya. Hidup sebentar tapi bermanfaat, sama seperti hidup selamanya. Orang akan mengabadikan kebaikan dan jasanya. Tinta emas akan tercatat di buku sejarah. Orang-orang mengenalinya walaupun jasadnya telah habis dimakan tanah. Itulah keberkahan hidup.


Yang indah hanya sementara namun yang abadi adalah kenangan. Yang ikhlas hanya dari hati dan yang tulus hanya dari sanubari. Tidak mudah mencari yang hilang begitu juga tidak mudah mengejar impian. Namun yang lebih susah mempertahankan yang sudah ada karena walaupun tergenggam bisa terlepas juga. Ingatlah pada pepatah, “Jika kamu tidak memiliki apa yang kamu sukai, maka sukailah apa yang kamu miliki saat ini”.


Belajar menerima apa adanya dan berpikir positif. Rumah mewah bagai istana, harta benda yang tak terhitung, kedudukan, dan jabatan yang luar biasa. Namun ketika nafas terakhir tiba, sebatang jarum pun tak bisa dibawa pergi, sehelai benang pun tak bisa dimiliki. Apalagi yang mau diperebutkan? Apalagi yang mau disombongkan?


Maka jalanilah hidup ini dengan keinsafan nurani. Jangan terlalu perhitungan. Jangan hanya mau menang sendiri. Jangan suka sakiti sesama apalagi terhadap mereka yang berjasa bagi kita. Belajarlah, tiada hari tanpa kasih. Selalu berlapang dada dan mengalah. Hidup ceria, bebas leluasa. Tak ada yang tak bisa diikhlaskan. Tak ada sakit hati yang tak bisa dimaafkan. Tak ada dendam yang tak bisa terhapus.


Aziziah, 3 Jumadal Ula 1439 H


No comments:
Write komentar