Kerinduanku Ini Hanya Milikmu

 

Aku ingin selalu melihatnya. Walaupun dalam tempat tersembunyi selalu ingin melihatnya. Ada ketenangan ketika memandangnya. Ada kebahagiaan ketika menatapnya. Kerinduan selalu muncul ketika beberapa hari tidak melihatnya.


Entah apa yang terjadi dengan diriku ini. Hampir setiap hari aku mendatanginya. Selalu ingin dekat bersamanya walaupun tidak menyapanya. Selalu ingin mengungkapkan bahwa rindu ini miliknya. Walaupun aku hanya mampu mengungkapkannya dalam hati. Tapi aku yakin yang menciptakanmu telah mendengar ungkapan hatiku.


Kau memang tak seputih diriku karena aku mencintaimu bukan karena warnamu. Kau pun selalu diam ketika aku dekati. Namun detak jantungku tak bisa bersembunyi dari bahagianya didekatmu. Rona kegembiraan tak bisa aku palingkan dari wajahku. Semua itu karena aku bersamamu.


Aku tidak cemburu ketika banyak orang mengelilingimu. Aku pun tidak cemburu ketika mereka menciummu saling bergantian. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang menangis didepanmu. Memelukmu dengan erat sambil nengungkapkan seluruh isi hati mereka. Aku tidak cemburu. Sekali lagi aku tidak cemburu.


Nabi Ibrahim telah membangunmu dengan dasar keimanan kepada Allah. Nabi Ismail menancapkan pondasi atas dasar ketakwaan kepada Allah. Hingga jadilah engkau bangunan tujuan semua manusia.


Semoga Allah selalu memberi kesempatan bagiku agar selalu bersamamu. Selalu mengelilingimu dengan doa. Hingga ajal menjemputku ketika bersujud disampingmu.


Masjid Haram,  30 Rabiutsani 1439 H


No comments:
Write komentar