Cinta Itu Cukup Dirasakan Tak Perlu Dipamerkan

 

Ada banyak cara membuktikan cinta ke pasangan, salah satunya dengan berfoto dan mengunggahnya ke media sosial. Inilah yang sering dilakukan oleh pasangan jaman sekarang, dimana akun medsos dipenuhi foto romantis bersama pasangan. Seperti ingin membuktikan bahwa hubungan yang dijalin benar-benar layak disebut ‘relationship goals’.


Jika kebahagiaan berdasarkan jumlah like dan comment terbanyak. Maka sudah bisa dipastikan bahwa hubungan tersebut di atur oleh media sosial.


Seorang Psikolog dan Relationship Expert, Elizabeth Santosa, menjelaskan bahwa terlalu sering mengunggah foto bersama pasangan menjadi tanda mengalami posesif. Selain itu hal ini cenderung membutuhkan pengakuan secara sosial ingin dicintai dan disayangi.


Terlalu sering mengunggah foto mesra atau romantis bersama pasangan juga bukan hal yang baik. Karena sama saja hal ini mencari kepastian hubungan dan merasa takut jika pasangan direbut orang lain. Caption yang  disematkan juga bisa menggambarkan bagaimana kondisi hubungan.


Melalui foto yang sering unggah maka orang lain bisa menilai. Akan ada banyak orang yang berpikir bahwa kehidupannya hanya berkisar pada urusan cinta saja tanpa ada kegiatan lain.


Sesungguhnya yang paling penting adalah pasangan merasakan bagaimana cinta sejati. Nikmati saja setiap momen berharga yang dilalui bersama. Jangan sampai momen-momen berharga hilang sia-sia hanya karena terlalu fokus dengan media sosial.


Dan yang paling utama, jangan pernah abaikan dia yang nyata hanya untuk dunia maya. Meski eksistensi di medsos menjadi ‘kebutuhan’ saat ini, tapi jangan habiskan seluruh waktu di media sosial.


Jalani saja hidup dengan nyata. Jangan terpaku oleh like maupun comment semu di dunia maya. Yakin dan percayalah, tanpa pengakuan media sosial pasangan adalah sosok yang patut dicintai apa adanya.


No comments:
Write komentar