Cara Mudah Mengukur Kualitas Hidup

 

Ketika kita ingin mengukur kualitas hidup, maka ukurlah seberapa banyak ibadah kita kepada Allah. Seberapa banyak waktu kita dipakai untuk mengingat Allah. Karena Allah telah menjelaskan dalam Al Quran bahwasannya tujuan penciptaan manusia hanyalah untuk beribadah kepada Allah.

Allah subahanahu wataala berfirman, "Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia, melainkan supaya mereka menyembah-Ku”. (QS. Adz Dzariyat: 56).

Al-’Imam Ibnu Katsir mengatakan, “Makna beribadah kepada-Nya yaitu menaati-Nya dengan cara melakukan apa yang diperintahkan dan meninggalkan apa yang dilarang. Itulah hakikat ajaran agama Islam. Sebab makna Islam adalah menyerahkan diri kepada Allah ta’ala yang mengandung puncak ketundukan, perendahan diri, dan kepatuhan.” Selesai ucapan Ibnu Katsir.

Beliau (Ibnu Katsir) juga memaparkan tatkala menafsirkan ayat ini (QS. Adz-Dzariyat : 56), “Makna ayat tersebut; sesungguhnya Allah ta’ala menciptakan makhluk untuk beribadah kepada-Nya semata tanpa ada sekutu bagi-Nya. Barangsiapa yang taat kepada-Nya akan Allah balas dengan balasan yang sempurna. Sedangkan barangsiapa yang durhaka kepada-Nya niscaya Allah akan menyiksanya dengan siksaan yang sangat keras. Allah pun mengabarkan bahwa diri-Nya sama sekali tidak membutuhkan mereka. Bahkan mereka itulah yang senantiasa membutuhkan-Nya di setiap kondisi. Allah adalah pencipta dan pemberi rezeki bagi mereka.”

Ali bin Abi Thalib radhiyallahu’anhu mengatakan mengenai ayat ini, “Maknanya adalah tujuan-Ku (menciptakan mereka) adalah agar mereka Ku-perintahkan beribadah kepada-Ku.”  Sedangkan Mujahid mengatakan, “Tujuan-Ku (menciptakan mereka) adalah untuk Aku perintah dan Aku larang.” Tafsiran serupa ini juga dipilih oleh Az-Zajjaj dan Syaikhul Islam. (Fath Al-Majid hal. 17 cetakan Dar Ibnu Hazm).

Maka mafhum mukholafahnya adalah semakin jarang kita beribadah, berarti semakin buruk kualitas hidup kita. Hal ini pun akan berdampak pada semua elemen pekerjaan yang kita lakukan. Susana hati pun akan berubah sesuai tingkat keseriusan dalam beribadah.

Allah subhanahu wataala berfirman, "Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan berzikir (mengingat) Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram” (QS ar-Ra’du:28).

Sebenarnya mudah saja untuk menentukan kualitas hidup ini. Misalkan ketika waktu malam. Maka kualitas malam kita akan ditentukan dari seberapa banyak kita melakukan shalat tahajud? berapa banyak melakukan solat witir? Apakah membaca dzikir petang ketika mengawali malam? Apakah membaca doa,  dzikir dan berwudu sebelum tidur? Apakah ketika bangun pagi melakukan solat qobliyah subuh dan solat subuh berjamaah di masjid?  Dan berapa banyak membaca Al Quran?

Begitujuga depan kualitas waktu siang. Apakah baca dzikir pagi ketika mengawali hari? Berapa rakaat melakukan shalat duha? Apakah menjaga  rawatib qobliyah dan badiyah? Apakah solat fardu berjamaah di masjid? Berapa banyak membaca Al Quran? Dan amalan sunah yang lainnya.

Terlepas dari itu semua jangan sampai melupakan sunah ketika melakukan pekerjaan. Seperti doa sebelum makan, minum, masuk rumah, mengucapkan salam kepada orang lain, menjenguk orang sakit, sedekah, dan amalan lainnya yang diniatkan ketika melakukannya untuk mengharap ridha Allah dan sesuai dengan ajaran Rasulullah.

Intinya semakin banyak beribadah semakin baik kualitas hidup. Semakin kurang ibadah semakin buruk kualitas hidup.

Aziziah,  jumadal ula 1439 H


No comments:
Write komentar