Kenapa Disebut Kabilah Quraisy ?

 

Ada beberapa versi yang menyebutkan Quraisy. Diantaranya yang dinyatakan al-Qalqasynadi,


"Diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa an-Nadhr pernah naik kapal bersama rombongan, tiba-tiba muncul ikan hiu  besar (mereka menyebut Quraisy). Semua penumpang perahu ketakutan, lalu ditombak oleh an-Nadhr, dan berhasil terbunuh. Lalu dia memotong kepalanya dan membawanya ke Mekah. Ada yang mengatakan karena keturunannya suka mengalahkan kabilah yang lain, sebagaimana ikan hiu Quraisy yang mengalahkan kawanan ikan yang lain. Ada versi yang mengatakan, kata Quraisy diambil dari kata at-Taqrisy, yang artinya at-Tajmi’ (berkumpul). Dinamakan demikian, karena mereka berkumpul setelah mereka terpecah. Ada yang mengatakan, kata Quraisy dari kata at-Taqarisy yang artinya perdagangan." (Nihayah al-Irb fi Ma’rifati al-Ansab al-Arab, hlm. 456).


Terdapat beberapa dalil yang menunjukkan keistimewaan kabilah Quraisy. Diantaranya adalah firman Allah di surat Quraisy. Allah ceritakan tentang kebiasaan mereka berdagang dan Allah pilih mereka sebagai penghuni kota Mekah yang di dalamnya ada Ka’bah.


Disamping itu, ada beberapa hadis yang menunjukkan keistimewaan orang Quraisy,


[1] Hadis dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu,


Kami pernah berada di salah satu rumah penduduk anshar. Lalu datanglah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan beliau berdiri dengan memegang kedua tiang  pintu. Kemudian beliau bersabda, "Pemimpin itu dari Quraisy. Mereka memiliki hak yang harus kalian tunaikan, kalian juga demikian…" (HR. Ahmad 12900 dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).


[2] Quraisy kabilah pilihan


Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengatakan, "Sesungguhnya Allah memilih Kinanah diantara keturunan Ismail, dan memilih Quraisy diantra keturunan Kinanah, dan memilih Bani Hasyim diantara suku Quraisy. Dan Allah memilihku diantara Bani Hasyim." (HR. Muslim 2276, Ahmad 16986 dan lainnya)


[3] Manusia mengikuti Quraisy


Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, "Manusia mengikuti Quraisy dalam urusan agama. Muslimnya mengikuti muslim Quraisy, kafirnnya juga mengikuti kafir Quraisy." (HR. Bukhari 3495 & Muslim 4804).


Allahu a’lam.


No comments:
Write komentar