Beginilah Caraku Menikmati Hidup

 

Beginilah caraku menikmati hidup. Merasakan arti hidup bahwa waktu itu sangat berharga. Mengerti akan orang-orang yang berjasa disekeliling. Menatap langit yang indah agar menyadari dunia itu luas. Memandang laut yang membentang agar mengerti bahwa dada itu haruslah seluas lautan. Menghargai usaha orang lain bahwa dia telah memberikan yang terbaik dengan kemampuannya.


Istirahat menikmati hidup dari penatnya kesibukan dunia. Mencari arti dari tujuan berlelah-lelah. Menelusuri senyum orang-orang yang disayang. Menyadari bahwa diberi itu bahagia namun memberi lebih bahagia. Tujuan dari mengumpulkan adalah mengeluarkan. Cara menyayangi adalah dengan memberi. Hakikat dari sesuatu adalah semua akan binasa. Maka jadikan sesuatu itu sebuah kebaikan agar tetap kekal.


Belajar selalu berbuat baik dan tidak berharap orang lain membalas dengan hal yang sama. Berusaha sebanyak mungkin menolong orang lain tanpa harapan darinya. Mengukir senyum disetiap wajah yang aku temui. Membekas rasa bahwasannya dia nyaman berada bersamaku. Merasa aman dengan kehadiranku. Menjadi inspirasi bahwasannya hidup itu bahagia. Mengingatkan bahwa tidak selamanya langit itu mendung. Menyadarkan jika banjir itu tidak selalu karena hujan.


Terkadang laptop harus di refresh dan handphone perlu di restart. Begitupun manusia haruslah di charge dengan berdiam di masjid. Merenungi bahwasannya ketenangan bukanlah ditempat hiburan. Kenyamanan bukanlah dengan mendengarkan music. Tetapi kenikmatan hidup dengan mendekatkan diri kepada Allah. Sudah terlalu lama telinga ini tidak mendengar lantunan ayat suci Al Quran. Sudah terlalu kering bibir ini dari berdzikir kepada Allah. Sudah terlalu jauh kening ini dari tempat sujud. Dan sudah terlalu lama mata ini tidak mengalirkan airmata bermunajat ditengah malam.


Renungilah bahwasannya hidup ini tidaklah lama. Dunia hanyalah sementara. Tidak ada yang kekal dalam dunia ini. Hari ini kita bahagia, bisa jadi besok bersedih. Kemarin penuh harta, lusa sengsara. Itulah roda kehidupan manusia yang selalu bergulir kadang diatas dan kadang dibawah. Maka nikmatilah setiap prosesnya. Rasakan setiap mili perubahannya. Berhentilah sejenak dari mengejar harapan. Lihatlah apa yang sudah didapat. Jangan terlalu fokus kepada target sehingga melupakan yang sudah didapat.


Tubuh manusia ada batas kemampuannya. Seperti halnya makanan ada waktu experied nya. Nikmatilah waktu sebelum waktu itu menghentikanmu. Rasakanlah kenikmatan yang Allah sediakan sebelum kenikmatan itu pergi. Ya pergi…


Makkah Al Mukarramah, 28 Rabiul Awal 1439


No comments:
Write komentar