Hukum Menyebut “Lelaki Buaya” atau “Kupu-kupu Malam”

 

Bentuk Qadzaf (tuduhan) ada 2:


[1] Qadzaf sharih (tuduhan tegas) adalah pernyataan tegas yang menyatakan bahwa seseorang telah melakukan zina. Tidak bisa dimaknai yang lain, selain tuduhan zina. Misal, “Kamu pezina!” atau kalimat panggilan, “Hai si pezina!” dan semacamnya. Jika dia tidak bisa mendatangkan bukti berupa 4 saksi, maka dia berhak mendapatkan hukuman cambuk 80 kali.


[2] Qadzaf kinayah (tuduhan kiasan) adalah pernyataan tidak tegas yang menunjukkan makna zina, yang diarahkan ke orang lain. Karena tidak tegas, masih bisa dimaknai yang lain, selain zina. Misal, “Lelaki hidung belang!”; atau “Dasar lelaki buaya!”


Kalimat ini bisa dipahami, lelaki itu telah bezina. Bisa juga dipahami, lelaki itu suka bergaul dengan lawan jenis yang bukan mahramnya, meskipun tidak sampai melakukan hubungan badan. Termasuk menyebut wanita dengan ‘Kupu-kupu malam’.


Tuduhan yang tidak tegas, hukumannya ta’zir, yaitu hukuman yang ditetapkan berdasarkan keputusan hakim. Dalam Fatawa ar-Ramli – ulama Syafiiyah – dinyatakan,


Beliau ditanya tentang kasus ada lelaki yang memanggil seorang wanita dengan kalimat, “Wahai ‘ahirah (zina)..!” apakah ini termasuk tuduhan tegas atau tidak tegas?


Beliau menjawab,


Ada 2 pendapat ulama syafiiyah dalam hal ini, namun tidak ada sisi penguatnya. Dan pendapat yang benar, ini termasuk tuduhan tegas. Karena secara bahasa ‘ahirah’ adalah zina. Dalam shahih Bukhari Muslim, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Anak itu milik suami resmi. Sementara lelaki zina, dia diboikot (tidak memiliki hak anak).” (Fatawa ar-Ramli, 5/3).


Dalam fatwa beliau yang lain,


Beliau ditanya tentang status si A yang mengatakan kepada si B, “Kamu lelaki hidung belang.” Atau memanggil orang dengan panggilan itu, apakah ini termasuk tuduhan tegas atau tidak tegas? Apakah orangnya boleh dita’zir disebabkan tuduhan semacam ini, meskipun bukan termasuk tuduhan tegas.


Jawaban ar-Ramli,


Ini tuduhan zina tidak tegas, dan dia dita’zir. (Fatawa ar-Ramli, 5/6).


Untuk menilai apakah kalimat tuduhan itu termasuk tuduhan tegas ataukah tuduhan tidak tegas, ini tergantung penggunaan bahasa yang berlaku di masyarakat. Namun apapun itu, semua kalimat ini wajib kita hindari.


Allahu a’lam


No comments:
Write komentar