Hukum Khatib Membawa Tongkat Saat Khutbah Jumat

 

Bila kita pelajari penjelasan para ulama terkait masalah khatib memegang tongkat ketika khutbah jumat, ternyata mereka berbeda pendapat. Artinya, permasalahan ini adalah masalah ijtihadi, yang sepatutnya kita saling menghargai dan berlapang dada. Berikut pendapat mereka:


Pendapat pertama, disunahkan membawa tongkat saat khutbah. Pendapat ini dipegang oleh mayoritas ulama (jumhur), Malikiyah, Syafi’iyyah dan Hanabilah.


Imam Malik menyatakan, "Diantara hal yang dianjurkan bagi para khotib adalah, membawa tongkat saat berkhutbah jumat. Untuk bertumpu di saat mereka berdiri." (Al-Mudawwanah Al-Kubra 1/232)


Demikian pula Imam Syafi’i berpandangan senada, "Saya suka (menganjurkan) para khotib -khutbah apapun itu untuk bertumpu pada sesuatu." (Al-Umm 1/396).


Dari ulama mazhab hambali, Al-Buhuti menyatakan, "Disunahkan bertumpu pada pedang, busur panah atau tongkat (saat berkhutbah) dengan salahsatu tangan." (Kasyaf Al-Qona’ 2/36).


Mereka berdalil dengan beberapa hadis, diantaranya adalah hadis dari Fatimah bintu Qais Radhiyallahu ‘anha: bahwa beliau pernah menghadiri khutbah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam di masjid Nabawi, saat menyampaikan berita tentang Dajjal yang diceritakan oleh Tamim ad-Dari. Fatimah mengatakan, "Saya berada di shaf terdepan dari barisan wanita, belakang shaf terahir dari barisan shaf lelaki. Saya mendengar Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkhutbah atas mimbar… saya melihat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengarahkan tongkat beliau ke tanah. (HR. Muslim).


Pendapat kedua, makruh membawa tongkat saat khutbah.


Inilah yang dipilih oleh mazhab Hanafi. Sebagaimana dinyatakan dalam Fatawa Al-Hindiyyah (1/148), "Makruh hukumnya berkhutbah sambil bertumpu pada busur panah atau tongkat."


Kesimpulan:


Pendapat yang tepat –wal’ilmu ‘indallah– adalah pendapat mayoritas ulama, yang menyatakan bahwa membawa tongkat saat khutbah adalah sunah. Karena kuatnya dalil yang mendukung pendapat ini. Bahkan tiga khalifah setelah Rasulullah shallallahualaihiwasallam (khulafa’ ar-rasyidin); yakni Abu Bakar, Umar bin Khatab dan Utsman bin Affan, membawa tongkat yang biasa Nabi bawa saat berkhutbah, dalam khutbah-khutbah mereka. Seperti diceritakan Ibnul Qayyim,


"Nabi –Shallallahu alaihi wa sallam– apabila berdiri untuk khutbah, beliau mengambil tongkat lalu beliau bertumpu pada tongkat tersebut saat beliau di atas mimbar. Demikian yang diceritakan oleh Abu Dawud dan Ibnu Syihab. Kemudian perbuatan ini diikuti oleh 3 khulafa ar rasyidin sepeninggal Nabi." (Zadul Ma’ad 1/179).


Wallahua’lam bis showab.


Tidak ada komentar:
Write komentar