Hukum Jual Beli Ketika Sudah Masuk Waktu Solat Jumat

 

Sesuatu dinilai sah ketika dia memenuhi rukun, syarat dan tidak ada mawani’ (penghalang keabsahan). Baik bentuknya ibadah maupun muamalah. Akad seseorang dinilai sah ketika terpenuhi rukun, syarat dan tidak ada penghalang keabsahan.


Diantara penghalang keabsahan transaksi jual beli adalah adanya adzan jum’at ketika khatib sudah naik mimbar. Karena ketika adzan jumatan telah dikumandangakan, Allah melarang hamba-Nya untuk melakukan aktivitas jual beli. Allah berfirman,


“Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum’at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli.” (QS. al-Jumu’ah: 9).


Larangan ini berlaku, ketika adzan jum’atan setelah khatib naik mimbar. Sementara untuk masjid yang adzannya 2 kali, larangan ini tidak berlaku untuk adzan sebelum khatib naik mimbar.


Dalam Bidayatul Mujtahid, Ibnu Rusyd mengatakan,


Ini aturan yang disepakati ulama – menurut yang saya tahu – yaitu larangan melakukan jual beli ketika adzan setelah masuk jumatan, dan khatib sudah berada di atas mimbar.


Apakah larangan melakukan jual beli ketika adzan jum’at menyebabkan akad jual beli menjadi batal ?


Ulama berbeda pendapat dalam hal ini,


Pertama, jual belinya tetap sah dan tidak batal. Ini merupakan pendapat Hanafiyah dan Syafi’iyah.


Mereka beralasan bahwa larangan melakukan jual beli ketika adzan jum’at tujuannya adalah agar orang bisa serius menghadiri jumatan, sehingga tidak disibukkan dengan kepentingan duniawi lainnya. (Bada’i as-Shana’i, 2/220 dan al-Muhadzab, 4/418).


Kedua, jual beli batal dan tidak berlaku konsekuensinya. Ini merupakan pendapat Malikiyah dan Hambali.


Mereka beralasan dengan ayat di atas, dimana Allah melarang jual beli ketika adzan telah dikumandangkan. Dan larangan ini kembali kepada dzat jual beli. Sehingga ketika seseorang melanggarnya, dia berdosa dan jual belinya statusnya terlarang. (al-Mudawwanah, 1/280 dan Kasyaful Qana’, 4/1428).


Ibnu Rusyd mengatakan,


Mereka berbeda pendapat tentang hukum jual beli yang sudah terjadi, dilakukan saat adzan jumat. Apakah jual belinya batal atau tidak batal… pendapat yang masyhur menurut Malik, jual belinya batal. Ada juga yang mengatakan, jual belinya tidak batal, dan ini pendapat Imam as-Syafi’i dan Abu Hanifah. (Bidayatul Mujtahid, 2/169).


Terlepas  perbedaan di atas, Allah melarang bagi orang yang wajib jumatan untuk jual beli ketika jum’atan. Menjauhi larangan ini adalah kewajiban. Waspadai bagi kita yang wajib jumatan, beli BBM ketika sudah masuk waktu jumatan, beli makanan, minuman, atau masih antri di kasir swalayan, dan beberapa transaksi kecil yang sering dilanggar kaum muslimin ketika jumatan.


Allahu a’lam.


Tidak ada komentar:
Write komentar