Adakah Batas Usia Wanita Mengalami Haid dalam Islam ?

 

Ulama berbeda pendapat dalam masalah ini.


[1] Jumhur ulama berpendapat, ada batas usia maksimal untuk haid. Sehingga jika ada darah keluar melebihi dari batas usia itu maka tidak terhitung sebagai darah haid.


[2] Tidak ada batas usia maksimal untuk haid. Artinya, selama ada darah yang keluar maka terhitung haid, meskipun sudah melebihi usia menapaus. Ini merupakan pendapat Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dan Imam Ibnu Utsaimin.


Syaikhul Islam mengatakan,


Tidak ada batasan usia untuk masa haid wanita. Sehingga andai ada wanita dengan usia di atas 60 atau 70 tahun mengeluarkan darah dengan ciri yang umumnya dari rahim, maka terhitung haid. (Majmu’ Fatawa, 19/240)


Keterangan Imam Ibnu Utsaimin,


Wanita yang keluar darah seperti ciri darah haid, maka terhitung sebagai haid menurut pendapat yang benar. karena tidak ada batasan maksimal usia haid. (Majmu’ Fatawa Ibnu Utsaimin, 11/201).


Sementara untuk pendapat jumhur yang menyatakan ada batasan maksimal usia haid, mereka berbeda pendapat berapa batas maksimalnya. Dalam Mawahib al-Jalil – kitab Malikiyah – dinyatakan,


Untuk kasus menopaus, para ulama berbeda pendapat mengenai batasan usia menapause. Ibnu sya’ban mengatakan, 50 tahun. kata Ibnu Arafah, “Imam Al-Baji menyatakan sama.” Alasan mereka adalah pernyataan Umar bin Khatab bahwa wanita di usia 50 tahun adalah ajuz (nenek), dan keterangan Aisyah radhiyallahu ‘anha, “Sangat jarang ada wanita melebihi  usia 50 tahun yang mengalami haid, selain wanita quraisy.” Ibnu Syas mengatakan, batasnya 70 tahun. dalam at-Taudhih disebutkan, menurut Ibnu Rusyd, 60 tahun. (Mawahib al-Jalil Syarh Mukhtashar Khalil, 1/540)


Sementara itu, menurut ulama hambali, keberadaan haid di usia menopaus kembali kepada kondisi apakah masih memungkinkan untuk mengalami haid ataukah tidak. Mereka batasi antara 50 sampai 60 tahun bagi wanita yang memungkinkan mengalami haid, maka darah yang keluar terhitung haid. Jika lebih dari itu, maka darah yang keluar tidak terhitung haid.


Ibnu Qudamah mengatakan,


Jika wanita di atas usia 50 tahun melihat darah dengan ciri sesuai kebiasaan yang pernah dia alami sebelumnya, maka terhitung haid menurut pendapat yang benar. karena bukti adanya haid terjadi di waktu yang memungkinkan baginya mengalami haid. Dan di usia itu, masih memungkinkan adanya haid. Meskipun jarang. Namun jika keluar di atas 60 tahun, dia bisa yakini bahwa itu bukan haid, karena tidak ada haid di atas itu. (al-Mughni, 9/87).


Dan insyaaAllah inilah pendapat yang lebih mendekati. Karena itu, bagi wanita normalnya tidak mungkin mengalami haid diatas usia 60 tahun, kemudian jika dia mengeluarkan darah maka tidak terhitung haid. Sehingga dihukumi sebagai wanita suci yang mengalami istihadhah.


Allahu a’lam


Tidak ada komentar:
Write komentar