Inilah Obat Penyakit LGBT yang Tidak Banyak Diketahui

 



Kecenderungan terhadap sejenis termasuk diantara penyakit mental. Dan Allah Ta’ala memberi ujian kepada manusia, salah satunya dalam bentuk penyakit. Allah berfirman,


“Sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS. al-Baqarah: 155)


Ibnu Katsir menyebutkan keterangan sebagian ahli tafsir, bahwa diantara makna kekurangan jiwa adalah mengalami sakit. Dan puncaknya dalam bentuk hilangnya nyawa, artinya mati. (Tafsir Ibnu Katsir, 1/467).


Dan bentuk penyakit ada 2:


[1] Peyakit fisik, seperti difabel atau sakit fisik lainnya


[2] Penyakit mental, seperti kelainan akal, ideot, telat mikir, termasuk diantaranya memiliki kecenderungan terhadap manusia sejenis.


Setelah kita memahami bahwa LGBT termasuk penyakit, sebagai manusia yang normal tentu akan sedih. Karena dia menyadari dirinya tidak normal. Bukan malah dibanggakan. Tidak ada manusia normal yang bangga dengan penyakitnya.


Begitujuga lelaki dibuat-buat jadi banci, lalu meniru gaya wanita tak bermoral, ini membanggakan kondisi abnormal. Mentalnya tidak normal, dan jiwanya juga tidak normal. Dengan demikian, bagi siapapun yang mengalami kondisi LGBT, jangan sampai dibanggakan. Jika bangga dengan kondisi LGBT, justru menunjukkan bahwa orang tersebut sangat tidak normal.


Kita bisa perhatikan, LGBT yang membuat komunitas untuk memperjuangkan agar dilegalkan adalah manusia yang cacat mental dan jiwanya. Mereka memperjuangkan agar penyakitnya dilegalkan. Manusia seperti ini tidak akan pernah berjuang untuk menyembuhkan penyakitnya.


Namun orang yang mengalami LGBT hendaklah dia bersabar dengan terus berusaha mendekatkan diri kepada Allah sampai sembuh. Jika dia bisa bersabar, dia akan mendapatkan pahala dan penyakitnya akan menjadi kafarah bagi dosa-dosanya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


“Sesungguhnya Allah ketika mencintai suatu kaum, Dia akan menguji mereka dengan musibah. Siapa yang ridha dengan musibah itu maka dia akan mendapatkan ridha Allah. Sebaliknya, siapa yang marah dengan musibah itu maka dia akan mendapatkan murka Allah.” (HR. Ahmad 23623, Tirmidzi 2396 dan dishahihkan al-Albani).


Nabi shallallahu ‘alihi wa sallam bersabda,


“Tidaklah ada suatu musibahpun yang menimpa seorang muslim, baik keletihan atau sakit atau kesedihan atau kegelisahan atau gangguan atau gundah gulana bahkan duri yang menusuknya kecuali Allah akan menjadikan hal itu sebab untuk menghapus dosa-dosanya.” (HR. Bukhari 5641 dan Muslim 2245)


Selain dengan mendekatkan diri kepada Allah. Hendaknya pengidap LGBT konsultasi dengan psikiater atau menjalani terapi pengobatan sampai sembuh.


Allahu A'lam


Tidak ada komentar:
Write komentar