Manusia Berhati Seperti Hati Burung

 

Imam Ahamd dalam al-Musnad dan Muslim dalam shahihnya, dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Akan ada sekelompok orang yang masuk surga, hati mereka seperti hatinya burung. (HR. Ahmad 8382 & Muslim 7341).

Apa yang dimaksud manusia berhati seperti hati burung?

Dalam kitab Syarh Shahih Muslim (17/177), An-Nawawi menyebutkan, ada 3 pendapat ulama dalam memaknai orang yang hatinya seperti hati burung,

[1] orang yang hatinya lembut seperti burung

Sebagaimana pujian yang diberikan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada penduduk Yaman. Beliau mengatakan,

Ada penduduk Yaman yang datang di tengah kalian. Mereka manusia yang paling lembut hatinya. Pemahaman agama banyak di Yaman, dan hikmah banyak di Yaman. (HR. Bukahri 4390 & Muslim 193).

[2] orang yang hatinya mudah takut kepada Allah seperti burung

Sehingga dia menjadi manusia yang mudah kembali kepada kebenaran, bukan anti-nasehat. Merekalah yang dipuji Allah dalam al-Quran, dan Allah gelari sebagai ulama.

Alllah berfirman,

“Yang takut kepada Allah diantara para hamba-Nya adalah ulama.” (QS. Fathir: 28)

[3] Orang yang hatinya sangat bergantung dan tawakkal kepada Allah seperti burung

Karena itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menjadikan burung sebagai lambang tawakkal.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Jika kalian tawakkal kepada Allah dengan sebenar-benarnya, niscaya kalian Allah akan memberi rizki  kepada kalian sebagaimana burung diberi rizki. Dia berangkat dalam kondisi perut kosong, dan pulang dalam kondisi perut kenyang. (HR. Ahmad 205 dan Turmudzi 2344 dishahihkan Syuaib al-Arnauth)

Merekalah manusia pilihan, hatinya lembut, mudah kembali kepada kebenaran, mudah menerima ilmu, mudah takut kepada Allah.

Allahu a’lam.

Tidak ada komentar:
Write komentar