Doamu yang Aku Harapkan

 

Ketika aku dalam masalah diluar kemampuanku. Aku hanya mengatakan kepada istriku "doakan aa sayangg". Tidak jarang istriku menanyakan apa yang terjadi kepadaku. Aku menjawab hanya ingin di doakan olehmu. Aku mengatakannya dengan senyuman agar tidak membuatnya panik atau memikirkan keadaanku. Padahal saat itu aku dalam masalah diluar kemampuanku. Keadaan yang membuat dada sesak. Memikirkan  nya membuat kepala terasa pecah. Dan membayangkan nya seakan kerugian besar akan menemuiku. Usahaku telah mencapai batas akhir tinggal menunggu keputusan saja.

Aku tau ibadah istriku lebih baik daripada ibadahku, sehingga aku meminta doa kepadanya. Dia bangun dari tidurnya disaat aku terlelap dengan lelahnya kesibukan dunia. Keningnya menyentuh sajadah lebih sering daripada keningku yang penuh keringat. Mungkin kesibukan dunia telah melalaikanku untuk mengingat Allah. Namun aku sangat bersyukur kehadiran istriku selalu mengingatkanku untuk kembali bersujud kepada Allah.

Tak heran jika Umar bin khatab waktu itu menjabat khalifah umat islam meminta doa kepada Abbas bin Abdul Muthalib. Ketika itu Abbas bin Abdul Muthalib yang juga paman Rasulullah terkenal dengan kesalihan nya diantara para sahabat. Sehingga ketika terjadi musim kemarau di madinah, Umar bin Khattab meminta Abbas bin Abdul Muthalib berdoa agar Allah menurunkan hujan di kota madinah. Dan tak lama kemudian hujan turun di kota madinah.

Kasus ini tidak jauh berbeda dengan keadaanku. Tak jarang setelah aku minta didoakan istriku, selalu ada jalan keluar setelahnya. Hal yang tidak mungkin terjadi selalu menjadi kenyataan. Prediksi kerugian besar yang hendak menemuiku seakan pergi tak mengenaliku. Inilah yang selalu membuat cintaku semakin tumbuh kepadanya. Doanyalah yang selalu aku rindukan. Perhatiannya kepadaku selalu membuat aku terjaga dari kelalaian. Semoga Allah selalu menjagamu wahai istriku.

Makkah, 3 Rajab 1438

Tidak ada komentar:
Write komentar