Sejarah Awal Mula Yahudi Berada di Madinah

 

Ada 2 versi mengenai kehadiran Yahudi di Madinah,

Pertama, menurut keterangan Ibnul Mundzir

Beliau mendapatkan dua jalur riwayat, dari Sulaiman bin Abdillah bin Handzalah al-Ghasil radhiyallahu ‘anhu  dan dari seorang Quraisy dari Abu Ubaidah bin Abdillah bin Ammar bin Yasir radhiyallahu ‘anhu.

Bahwa ketika Nabi Musa ‘alaihi salam melaksakan haji, ada beberapa orang di kalangan Bani Israil yang juga turut berhaji. Ketika pulang mereka mampir Madinah. Mereka perhatian, dan mereka jumpai karakter kota nabi seperti yang diceritakan dalam taurat, yang merupakan nabi terakhir. Hingga sebagian diantara mereka singgah di Pasar Qainuqa.

Kedua, menurut satu riwayat dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu

Bahwa ketika Bukhtanshar berkuasa dan membantai Yahudi, banyak di kalangan Yahudi yang menyebar ke berbagai daerah. Mereka jumpai Muhammad telah dinyatakan dalam kitab mereka, dan beliau akan muncul di salah satu daerah di arab, yang wilayahnya banyak pohon kurmanya. Ketika mereka keluar dari Syam, mereka melewati semua daerah antara Syam hingga Yaman. Mereka mencari kota yang kriterianya seperti kota Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Hingga mereka berhasil menemukannya. Lalu sebagian diantara mereka – bani Harun – ada yang singgah di Yatsrib. mereka meninggal dalam kondisi beriman kepada Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dan memotivasi anak-anaknya untuk mengikuti beliau dan mengimani beliau ketika beliau sudah diutus. Namun anak keturunannya kafir kepada beliau. Bahkan tidak cukup hanya sebatas ingkar, mereka juga melakukan upaya pengkhianatan dan merusak perjanjian damai antara kaum muslimin dan Yahudi. Padaha Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memberikan kebebasan kepada mereka untuk tidak masuk islam dan tinggal di Madinah. (Fushul min Tarikh Madinah, hlm. 18)

Realita yahudi di Madinah menunjukkan bagaimana orang yahudi mempercayai keberadaan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai nabi akhir zaman. Meskipun karena kesombongan mereka, merekapun menolak dan mengingkarinya. Allah ceritakan dalam al-Quran,

“Orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang telah Kami beri al Kitab (Taurat dan Injil) mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Dan sesungguhnya sebahagian diantara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui.” (QS. al-Baqarah: 146).

Mereka paham detail siapakah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sampai mereka paham mengenai tempat keluarnya nabi terakhir. Tapi iman tidak hanya sebatas mengakui keberadaan tapi juga menjalankan konsekuensinya.

Allahu a’lam.

Tidak ada komentar:
Write komentar