Dariku Untukmu

 

Aku bukanlah seorang puitis yang suka menorehkan kata-kata indah diatas kertas. Namun aku lebih suka menorehkan kenangan indah dihatimu.

Aku tidak mengharapkanmu sempurna seperti bidadari, karena aku sadar diriku tak setaat malaikat kepada Tuhan nya.

Aku tidak mau seperti suami asiyah. Tapi aku berusaha semampuku seperti suami aisyah.

Jadilah kau setegar siti hajar yang ditinggal Ibrahim di lembah tanpa pepohonan. Dan doakan aku setegar yusuf yang digoda Zulaikha.

Bilasan air wudu diwajahmu lebih aku sukai daripada ulasan warna-warni makeup dan lipstik.

Sungguh bagiku kecantikanmu lebih sempurna ketika berada diatas sajadah dan tidak ada yang lebih membuatku bahagia ketika mendengar hafalanmu.

Aku sanggup bekerja siang dan malam untuk mencari nafkah tapi aku tak sanggup melihatmu terlambat melakukan shalat.

Kuharap kau selalu membangunkanku di seprtiga malam ketika aku terlelap dari lelah nya kesibukan dunia.

Seandainya nanti kau tidak menemukanku di Syurga. Mintalah kepada pemiliknya untuk menghadirkanku bersamamu.

Makkah, 29 Jumada Tsani 1438

Tidak ada komentar:
Write komentar