Hukum Keluar Sperma Tanpa Syahwat

 

Cairan yang keluar dari kemaluan lelaki karena syahwat ada 3:

[1] Mani. Cairan ini keluar di puncak syahwat, sehingga disertai pancaran

[2] Madzi. Cairan ini keluar ketika syahwat mulai muncul namun belum memuncak. Sehingga tidak disertai pancaran.

[3] Wadi. Cairan ini keluar ketika ada syahwat yang belum memuncak, dan hanya keluar ketika kencing.

Oleh karena itu, sperma yang keluar tanpa disertai syahwat, tidak dihukumi sebagai mani. Tapi dihukumi sebagai madzi. Misalnya, keluar sperma karena kedinginan, atau karena penyakit spermathozoa (air sperma  keluar terus menerus).

Dalilnya adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu,

Apabila keluar air yang memancar, maka wajib mandi. (HR. Abu Daud 206 dan dishahihkan al-Albani).

Dalam fatwa islam dinyatakan,

Keluarnya mani tanpa syahwat, diperselisihkan para ulama mengenai statusnya. Dan yang lebih kuat, bahwa keluarnya mani tanpa syahwat, tidak mengharuskan mandi, namun mengharuskan wudhu. (Fatwa Islam no. 47693)

Imam Ibnu Utsaimin mengatakan,

Beda antara mani dan madzi, untuk mani, cairannya kental, ada bau khas, keluar memancar ketika puncak syahwat. Sementara madzi, cairannya agak encer, tidak memiliki bau khas mani, keluar tanpa memancar, dan tidak keluar ketika puncak syahwat. (Majmu’ al-Fatwa, 11/169)

Allahu a’lam.

Oleh

Ustadz Ammi Nur Baits

Tidak ada komentar:
Write komentar