Hukum Menelan Makanan Ketika Shalat

 

Menelan makanan ketika shalat bisa menyebabkan shalat batal. Ibnu Qudamah menukil keterangan Ibnul Mundzir tentang adanya kesepakatan ulama mengenai hukum makan atau minum secara sengaja.

Ibnul Mundzir mengatakan,

Ulama sepakat bahwa orang yang shalat dilarang untuk makan dan minum. Semua ulama yang kami ketahui sepakat bahwa siapa yang makan atau minum ketika shalat secara sengaja maka dia harus mengulangi shalatnya. (al-Mughni, 1/749).

Ini berlaku jika makan dan minum dengan disengaja. Baik banyak maupun sedikit. Bagaimana jika makanan yang ditelan ketika sendawa?

Sebatas sendawa, tidak membatalkan shalat. Akan tetapi jika sendawa menyebabkan keluar makanan, dan mampu dia keluarkan, maka wajib baginya untuk mengeluarkannya. Dia bisa gunakan tisu atau sapu tangan. Karena jika ditelan secara sengaja maka shalatnya batal.

An-Nawawi mengatakan,

Jika di sela-sela gigi ada sisa makanan, lalu dia telan secara sengaja … maka shalatnya batal tanpa ada perbedaan dalam hal ini.

Kemudian an-Nawawi menyebutkan kondisi tidak sengaja,

Namun jika dia menelan sisa makanan karena tidak bisa dikendalikan, misalnya sisa makanan yang larut dengan ludah, tanpa sengaja, maka shalat tidak batal dengan sepakat ulama. (al-Majmu’, 4/89).

Keterangan semisal disebutkan Ibnu Qudamah,

Jika ada sisa makanan di sela-sela gigi, atau sisa makanan sedikit, yang larut dengan ludah, lalu dia telan, maka shalatnya tidak batal. Karena tidak memungkinkan baginya untuk menghindarinya. (al-Mughni, 1/749)

Untuk itu, dalam kondisi ketika cairan makanan sendawa yang keluar tidak bisa dikendalikan, sehingga langsung tertelan, maka shalatnya tidak batal. Karena tidak sengaja dan tidak memungkinkan baginya untuk menghindarinya.

Allahu a’lam.

Oleh

Ustadz Ammi Nur Baits

Tidak ada komentar:
Write komentar