Hukum Shalat Jika Terkena Noda Cat

 

Orang yang wudhu, wajib memastikan bahwa semua permukaan anggota wudhunya (yang wajib dicuci) telah terbasahi dengan air.

Abdullah bin Amr radhiyallahu ‘anhuma pernah menceritakan,

Kami pernah melakukan safar, dan kami ketinggalaan rombongan. Ketika kami berhasil menyusul  beliau, Dan ketika itu, waktu shalat sudah mepet. Akhirnya kami buru-buru berwudhu dan kami hanya mengusap kaki kami.

Dari kejauhan, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memanggil,

Celakalah tumit-tumit yang terancam neraka. (HR. Bukhari 60 & Muslim 589).

Maksudnya adalah tumit-tumit yang tidak tersentuh air wudhu. Mereka mendapatkan ancaman neraka karena wudhunya batal, sementara mereka hendak shalat.

Karena itulah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan, orang yang shalat dalam kondisi wudhunya tidak sempurna, agar shalatnya diulangi.

Dari Khalid bin Ma’dan, dari sebagian sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melihat ada orang yang shalat, sementara di punggung kakinya ada seluas koin yang tidak terkena air. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyuruhnya untuk mengulangi wudhu dan shalatnya. (HR. Abu Daud 175 dan dishahihkan al-Albani).

Juga disebutkan dalam hadis dari Umar bin Khatab radhiyallahu ‘anhu, beliau menceritakan, Ada seseorang yang berwudhu lalu dia membiarkan seluas satu kuku di jari kakinya tidak terkena air. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memperhatikannya dan menyuruhnya,

“Kembali, ulangi wudhumu dengan baik.”

Orang inipun mengulangi wudhunya, lalu dia shalat. (HR. Muslim 243).

Dan para ulama sepakat, diantara syarat sah wudhu adalah menghilangkan segala yang menghalangi sampainya air di permukaan kulit. (al-Mausu’ah al-Fiqhiyah, 43/329).

An-Nawawi mengatakan,

“Dalam hadis ini terdapat kesimpulan bahwa orang yang meninggalkan sebagian anggota yang wajib dibasuh maka wudhunya tidak sah. Ini perkara yang disepakati.” (Syarh Muslim karya an-Nawawi, 3/132).

Maka semua benda yang menempel, dan tidak bisa hilang dengan air, sehingga menghalagi air wudhu, harus dibersihkan sebelum wudhu.

An-Nawawi mengatakan,

Apabila sebagian anggota wudhu tertutup cat atau lem, atau kutek atau semacamnya, sehingga bisa menghalangi air sampai ke permukaan kulit anggota wudhu, maka wudhunya batal, baik sedikit maupun banyak. (al-Majmu’ Syarh Muhadzab, 1/467).

Untuk itu, bagi mereka yang terkena cat di anggota wudhunya, wajib dibesihkan sebelum wudhu, agar wudhunya sah. Jika sudah melakukan beberapa kali shalat dengan wudhu semacam ini, dia harus mengulanginya, karena shalatnya batal.

Allahu a’lam.

Oleh

Ustadz Ammi Nur Baits

Tidak ada komentar:
Write komentar