Hukum Shalat Jenazah Dengan 2 Kali Salam

 

Mayoritas ulama mengatakan bahwa salam shalat jenazah itu sekali ke arah kanan. Ibnu Qudamah menyebutkan sejumlah nama sahabat yang menegaskan bahwa salam ketika shalat jenazah dilakukan sekali.

Ibnu Qudamah mengatakan,

Salam ketika shalat jenazah dilakukan sekali, menurut riwayat dari 6 sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tidak ada perbedaan dalam hal ini kecuali dari Ibrahim. Dan diriwayatkan salam sekali dari beberapa sahabat Ali, Ibnu Umar, Ibnu Abbas, Jabir, Abu Hurairah, Anas bin Malik, Ibnu Abi Aufa, dan Watsilah bin Asqa’,

Ibnu Qudamah menyebutkan pendapat kedua,

Sementara al-Qadhi meyatakan bahwa yang dianjurkan adalah melakukan salam 2 kali. Meskipun salam sekali hukumnya sah. Ini merupakan pendapat as-Syafii, ulama kufah, dengan dasar qiyas pada shalat wajib lainnya. (al-Mughni, 2/366)

Diantara yang mendasari pendapat jumhur ulama adalah hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu,

Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan shalat jenazah, beliau bertakbir 4 kali dan melakukan salam sekali. (HR. ad-Daruquthni 1839 dan dishahihkan al-Albani)

Adapun pendapat yang mengatakan bahwa salam dalam shalat jenazah dilakukan 2 kali, berdasarkan hadis dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu. Beliau mengatakan,

Ada 3 sunah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang beliau rutinkan, tapi ditinggalkan masyarakat. salah satunya, salam ketika shalat jenazah sebagaimana salam ketika shalat wajib. (HR. Baihaqi dalam as-Sughra, 7239 dan dihasankan al-Albani).

Kesimpulannya, salam ketika shalat jenazah, bisa sekali ke kanan saja, bisa juga 2 kali, kanan-kiri. Karena dalil dalam masalah ini semuanya shahih. Hanya saja dianjurkan dengan suara pelan.

Dari Abu Umamah bin Sahl, ada seorang sahabat menyampaikan riwayat kepada beliau,

Sunah dalam shalat jenazah, imam bertakbir, lalu membaca al-Fatihah setelah takbir pertama dengan suara pelan, kemudian membaca shalawat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan di takbir-takbir berikutnya membaca doa untuk jenazah. Dan tidak membaca surat sama sekali. Lalu salam dengan suara pelan. (HR. Baihaqi dalam as-Sughra, 868 dan dihasankan al-Albani)

Allahu a’lam.

Oleh

Ustadz Ammi Nur Baits

Tidak ada komentar:
Write komentar