Engkau yang Aku Banggakan

 

Jangan terperosok kedalam lubang yang sama
Tidak semuanya kecantikan itu dapat menipu
Namun keindahan dapat melalaikan manusia
Lelaki hanya terpada dengan yang dilihat

Kecantikan sesungguhnya yang membuat hati tenang
Yang bersedih ketika salah satu terluka
Yang menguatkan ketika lemah
Yang menghargai setiap pemberian

Suara merdumu membacakan Al Quran
Membuat luluh hati yang berusaha tegar
Usahamu menghafalkan semua isinya
Memenjarakanku untuk tidak menyakitimu

Bagaimana aku tega menyakiti jasad yang tak dimakan tanah
Bagaimana aku mampu menduakan hati yang terpelihara dari api neraka
Akankah aku tidak menyayangi yang dapat menolongku dari api neraka
Akankah aku membentak mulut yang darinya doa akan dikabulkan

Kekecewaanku ketika kau tak ada waktu untuk membaca Al Quran
Kegundahanku ketika kau meninggalkan shalat sunah
Kehawatiranku ketika kau shalat tidak tepat waktunya
Kesedihanku ketika kau tak mendoakanku hingga matahari tenggelam

Engkau yang aku banggakan dari semua kebanggaanku
Engkau yang aku kenal sebagaimana penduduk langit mengenalmu
Engkau yang mematuhiku sebagaimana engkau mematuhi keyakinanmu
Engkaulah bukti yang telah Rasulullah janjikan

Kecantikan wajah hanya bertahan selama masih muda
Kecantikan hati akan bertahan sampai akhir nanti
Kekayaan materi hanya melelahkan dan menyilaukan pemuja dunia
Kekayaan hati mendatangkan yang hilang mencukupkan yang kurang

Ketika orang lain berlomba menyombongkan kekayaannya
Engkau berlomba memperbanyak sujud dalam gelap
Ketika orang lain mengumpulkan harta untuk hidupnya
Engkau mengumpulkan bekal untuk setelah kehidupan





Makkah, 20 Rabiul Awal 1438



Tidak ada komentar:
Write komentar