Apa Agama Rasulullah Sebelum Mendapat Wahyu ?

 

Mengenai Amalan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebelum diutus, ulama berbeda pendapat dalam hal ini.

[1] Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengikuti millah ibrahim (Hanifiyah)

Al-Alusi menegaskan pendapat yang benar mengenai kondisi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebelum jadi diutus oleh Allah, beliau mengikuti ajaran Ibrahim ‘alaihis salam. Al-Alusi membawakan keterangan Ibnu Aqil,

Abul Wafa, Ali bin Aqil menegaskan bahwa sebelum diutus, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menganut syariat Ibrahim yang shahih dari beliau. (Tafsir al-Alusi, 23/160).

[2] Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak beribadah dan tidak mengikuti ajaran apapun. Ini merupakan pendapat al-Qadhi Iyadh. Beliau mengatakan,

Sebelum mendapat wahyu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak beribadah dengan mengikuti syariat umat sebelumnya, menurut pendapat yang kuat. (Fathul Bari, 7/144)

Dan insyaaAllah pendapat yang benar adalah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sudah beribadah. Salah satu buktinya, beliau pernah melakukan tahannuts di gua-gua. Aisyah radhiyallahu ‘anha pernah menceritakan peristiwa yang dialami Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelang datangnya wahyu. Salah satunya,

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyendiri di gua Hira melakukan Tahannuts. (HR. Bukhari no. 3)

Mengenai makna tahannuts, dijelaskan oleh al-Hafidz Ibnu Hajar, maknanya ada 2:

Pertama, tahannuts artinya tahannuf , yang artinya mengikuti ajaran hanifiyah. Itulah ajaran dan millah Ibrahim.

Kedua, tahannuts artinya menjauhi dosa. Dari kata al-Hints yang artinya dosa. Dan kata ‘tahannuts’ memiliki arti ‘Yatajannabu al-Hints’, yang artinya menjauhi dosa.

(Fathul Bari, 1/23).

Allahu a’lam.

Oleh

Ustadz Ammi Nur Baits

Tidak ada komentar:
Write komentar