Hukum Jenazah Dimakamkan Sebelum Dishalati

 

Prosedur dalam menangani jenazah yang diajarkan dalam islam ada 4 dengan urutan,

[1] Memandikan

[2] Mengkafani

[3] Menshalatkan

[4] Memakamkan

Urutan ini tidak boleh dibalik. Jika dibalik, maka pelaku berdosa. Al-Khatib as-Syarbini – ulama Syafiiyah – dalam penjelasannya menyatakan,

Wajib mendahulukan shalat jenazah sebelum memakamkan…, jika ada jenazah yang dimakamkan sebelum dishalati, maka semua yang wajib menshalati jenazah itu berdosa, kecuali jika di sana ada udzur. (Mughni al-Muhtaj, 2/28)

Selanjutnya, apa kewajiban muslim jika jenazah telah dimakamkan ? Ada dua pendapat ulama di sana,

Pertama, kuburan jenazah dibongkar kemudian dishalati

Kedua, kuburan tidak dibongkar, dan tetap dishalati di kuburan

Pendapat kedua ini merupakan pendapat mayoritas ulama. Ibnu Qudamah mengatakan,

Jika dimakamkan sebelum shalat, menurut riwayat dari Imam Ahmad, kuburannya dibongkar, dan dishalati. Dan juga menurut keterangan lain dari beliau (Imam Ahmad) bahwa jika dishalati di kuburan, boleh. Al-Qadhi (Abu Ya’la) memilih pendapat bahwa dia dishalati di kuburan, dan tidak dibongkar. Ini merupakan pendapat Abu Hanifah dan as-Syafi’i. (al-Mughni, 2/414)

Ar-Ramli – ulama syafiiyah – menyatakan,

Wajib mendahulukan shalat jenazah sebelum memakamkan…, jika ada jenazah yang dimakamkan sebelum dishalati, maka semua yang memakamkan berdosa, termasuk orang yang menyetujui pemakaman sebelum dishalati. Karena wajib mendahulukan shalat sebelum pemakaman, jika di sana tidak ada udzur. dan cukup shalat jenazah di kuburannya karena kuburan tidak dibongkar hanya untuk menshalatinya. (Nihayah al-Muhtaj, 2/486).

InsyaaAllah pendapat kedua ini yang lebih mendekati.

Allahu a’lam.

Oleh

Ustadz Ammi Nur Baits

Tidak ada komentar:
Write komentar