Kehidupan Tidak Terhenti Dengan Luputnya Beberapa Perkara Dunia Dari Kita

 

Tahukah engkau, bahwa 'Aisyah -semoga Allah meridhainya- tidak pernah melahirkan, dan tidak punya keturunan, namun walaupun demikian, TIDAK ada satu riwayatpun dalam kitab-kitab hadits yang menyebutkan bahwa 'Aisyah berkata : "Ya Rasulallah, do'akanlah agar aku memiliki keturunan!"

Apakah engkau tahu, bahwa ketika Nabi shallallahu 'alaihi wasallam wafat, usia 'Aisyah pada waktu itu 18 tahun, padahal beliau sangat mencintai 'Aisyah, dan 'Aisyah sangat besar rasa cemburunya. 'Aisyah hidup selama 47 tahun setelah wafatnya beliau. Walaupun demikian, 'Aisyah tidak ingin menikah lagi. Namun 'Aisyah menyibukkan dirinya dengan ilmu & 'ibadah, maka dia menjadi seorang Guru berwawasan luas, dan seorang mufti (pemberi fatwa) bagi para Sahabat yang utama

Kehidupan TIDAK TERHENTI karena masalah melahirkan, atau masalah pernikahan, tidak karena masalah "Madu", tidak juga karena harta, dan tidak pula karena masalah meninggalnya orang tua atau kehilangan anak.

Tidaklah Allah mengambil sesuatu darimu, kecuali Dia akan memberikan pengganti yang lebih baik darinya. Dunia adalah negeri ujian, yang selamanya tidak akan sempurna bagi seorangpun. Penuhilah hatimu dengan iman & ridha serta berprasangka baik kepada Allah. Penuhilah waktumu dengan menuntut ilmu & beramal dengan apa yang bermanfa'at bagi Dirimu & masyarakat.

Jadikanlah SABAR sebagai bekalmu, dan AL-QUR'AN sebagai sahabatmu. "Tidaklah kami turunkan Al-Qur'an untuk menyusahkanmu".

'Umar bin Khaththab -semoga Allah meridhainya- berkata : "Jika saja bukan karena tiga hal, maka aku tidak senang tinggal di dunia ini : Hausnya berpuasa, Sujud di malam hari, Dan duduk bersama kaum yang memilih perkataan yang baik, sebagaimana mereka memilih buah-buahan yang baik.

Demi Allah, begitu pula dengan kita semua, wahai 'Umar, Jika bukan karena tiga hal tadi, kita tidak ingin tinggal di dunia ini. Seandainya kita memahami kehidupan dunia sebagaimana generasi awal memahaminya. Niscaya kita akan mendapat kemenangan sebagaimana mereka mendapat kemenangan dunia & akhirat.

Oleh :

Dr. Maryam bint 'Abdirrahman Abu 'Aly,

Tidak ada komentar:
Write komentar