Apakah Hutang Suami Tanggungjawab Istri atau Sebaliknya ?

 

Hutang khusus yang diambil oleh suami bukanlah tanggungan istri, baik istri dalam keadaan mampu atau tidak. Namun apabila istri melunasi hutang suaminya maka ini termasuk kebaikan yang akan diberi pahala oleh Allah ta'ala.

Syaikh Utsaimin rahimahullah dalam salah satu fatwanya menerangkan: Dan sudah maklum bahwa istri tidak wajib untuk berinfaq kepada suaminya dan istri juga tidak wajib untuk melunasi hutang suaminya (http://binothaimeen.net/content/10400)

Prof Abdul Karim Zaidan dalam bukunya yang berjudul al-Mufashal fi ahkam al-Maratimenegaskan, pada dasarnya perempuan memiliki otoritas pengelolaan uang yang ia peroleh dari mata pencariannya sendiri. Ia berhak mendayagunakan apa pun sesuai dengan keinginannnya tanpa intervensi dari pihak manapun. Ini banyak ditegaskan di sejumlah ayat dan hadis Rasulullah SAW. Salah satu hadis itu, seperti kisah Barirah yang dinukilkan Aisyah.

Berdasarkan fatwa yang pernah dikeluarkan Lembaga Fatwa (Dar al-Ifta) Mesir, istri tidak memiliki kewajiban apa pun menanggung dan memenuhi utang almarhum suaminya. Tanggungan itu tidak serta-merta berpindah ke ahli waris. Bila tak terbayar, kewajiban utang itu menjadi tanggungan almarhum yang akan dipertanggungjawabkan di hadapan-Nya.

Apabila ayah/suami yang banyak hutangnya meninggal maka hutang-hutangnya dibayar dari harta yang ditinggalkan. Apabila dia tidak memiliki harta yang ditinggalkan maka ahli warisnya tidak wajib untuk melunasinya dari harta mereka, namun mereka dianjurkan untuk melunasinya supaya ayah mereka terbebas dari beban.

Ibnu Quddamah menerangkan: Sesungguhnya wali tidak wajib untuk melunasi hutang mayit. Hutang hanya terikat dengan harta warisan si mayit (bila ia memiliki hrta untuk diwariskan) apabila ia tidak memiliki peninggalan maka ahli waris tidak memiliki kewajiban apapun, namun dianjurkan untuk dilunasi untuk melepaskan bebannya Al-Mughni 3/153

Begitupun dengan hutang istri. Maka suami tidak ada kewajiban untuk melunasi hutang istri. Namun apabila suami melunasinya maka itu lebih baik sebagai bentuk kasih sayangnya kepada istri.

Wallahu a'lam

Tidak ada komentar:
Write komentar