Jangan Salahkan Aku

 

Jangan salahkan aku jika nanti kau tua jarang kujenguk.
Karena ketika aku diperantauan, jarang kau jenguk.

Jangan salahkan aku jika nanti kau tua hanya aku kirim uang.
Karena ketika aku jauh, kau hanya mengirimiku uang.

Jangan salahkan aku jika nanti kau tua tak kutemani.
Karena ketika aku muda jarang kau temani.

Jangan salahkan aku jika nanti kau tua tak kulayani.
Karena ketika aku mempunyai masalah, kau acuh kepadaku.

Jangan salahkan aku jika kau sakit tak kuobati.
Karena ketika aku sakit, aku obati sendiri.

Jangan salahkan aku jika kau tiada tak aku doakan.
Karena bagiku kau ada seperti tidak ada.

Maafkan aku tidak menuruti kemauanmu menikahi wanita cantik dan penuh harta.
Karena bagiku wanita penuh agama lebih menenangkan hati walaupun dia tidak secantik yang kau harapkan.

Mungkin kau takut setelah kumenikahinya tak lagi bisa memberimu uang karena akan habis oleh keluarga istriku.
Ketahuilah yang memberi rizki itu Allah buka pekerjaanku. Allah yang akan mencukupi kebutuhanku.

Mungkin beginilah jalan hidupku sebagai anak perantauan yang selalu jauh dari keluarga.
Selalu merasa asing bahkan diasingkan. Merasa takut atau ditakuti.

Namun aku selalu bersyukur, dengan begini aku lebih bergantung kepada Allah yang menciptakanku. Allah yang selalu mencukupi segala kebutuhanku. Allah yang selalu menyelesaikan permasalahanku. Allah yang selalu mengobati rasa sakitku. Dan Allah yang selalu menemaniku dikala aku sendiri. Ya.. Sendiri.

Tidak ada komentar:
Write komentar