Indonesia, Negeri Dengan Pertumbuhan Gereja Tercepat di Dunia

 

Indonesia adalah bangsa yang terdiri dari 1.700 pulau, terletak di Asia Tenggara dikenal memiliki penduduk Muslim terbesar di dunia. Namun baru-baru ini, sebuah laman situs Kristen, http://win1040.com menemukan fakta yang menarik, di mana beberapa daerah di negeri ini gereja-gereja mengalami pertumbuhan sangat “fenomenal”.

Sekitar 90 persen dari 245.300.000 penduduk Indonesia adalah Muslim dengan pemeluk Islam perkotaan. Indonesia menempati urutan 47 daftar kebijakan pintu terbuka (Open Doors World Watch List), peringkat 50 negara yang dinilai yang paling sulit untuk menjadi seorang Kristen, demikian kata media itu.

Namun sebuah laporan oleh Christian Broadcasting Network (CBN) tahun 2012 menggambarkan pertumbuhan gereja di Indonesia sebagai hal paling “fenomenal”, termasuk peningkatan jumlah orang yang menghadiri gereja di banyak daerah.

Seorang pastor Indonesia Billy Njotorahardjo, mengatakan, gerejanya tumbuh dari 400 menjadi lebih dari 6.000 orang dalam kurun waktu empat tahun. CBN sempat merilis video pertumbuhan jemaat gereja di Indonesia.

CBN adalah salah satu siaran milik Kristen dibawah kendali The 700 Club. The 700 Club adalah pelayanan televisi milik pendeta Pat Robertson, yang sangat mendukung Israel dan dikenal anti Islam. Tahun 2013, tokoh senior gerakan Evangelis itu pernah mengeluarkan pernyataan bahwa Islam bukan agama.

Mengutip sebuah majalah Kristen, Christianity Today, situs ini menulis perkembangan pemeluk Kristiani di Pulau Bali. Di Pulau Dewata, rumah bagi mayoritas pemeluk Hindu Indonesia (93 persen), namun gereja-gereja karismatik sedang mengalami pertumbuhan. Jumlah denominasi Kristen di pulau ini dinilai meningkat dari 3-100 dalam dua puluh tahun.

Meski tahun 2002 bom Bali telah menewaskan 202 orang, dan desakan pemberlakukan hukum Islam di wilayah khusus Aceh, bahkan pemerintah setempat memerintahkan penutupan 20 gereja di provinsi itu tahun 2012, media ini yakin ada perubahan yang terjadi di Indonesia.

“Berdoa untuk Indonesia (akan) diubah dan ditransformasi oleh Tuhan melalui cara orang Kristen meniru kasih dan kehidupan Kristus,” ujar situs ini sambil mengutip Bibel, Kisah Para Rasul (1: 8).

“Berdoa bagi umat Hindu untuk memiliki keberanian untuk menghadapi konsekuensi dari mengubah dan untuk meninggalkan Hindu.”

“Kami Tak Takut Menunjukkan Keyakinan Kami”

Majalah TIME, 26 April 26 2010, pernah membuat tulisan terkait perkembangan jemaat gereja di Indonesia dengan judul “Christianity’s Surge in Indonesia”.

Untuk menggambarkan “booming” penganut aliran ini, TIME bahkan menulis bahwa revolusi keagamaan sedang mengubah wajah Indonesia. Media ini mewawancarai Pastor David Nugroho.

“Orang berpikir bahwa Indonesia cuma sebuah negara Muslim. Tapi lihatlah jemaat ini, kami tidak takut untuk menunjukkan keyakinan kami,” ujar Pastor David Nugroho sambil membanggakan jamaah gerejanya yang berjumlah sekitar 400 orang, sedang mengikuti kebaktian.

TIME menulis, sulit mendapatkan jumlah pasti penganut Kristen di negara seperti Indonesia, dimana orang yang pindah agama dari Islam ke Kristen akan menghadapi stigmatisasi. Menurut sensus tahun 2000, penganut Kristen hanya 10 persen dari total penduduk Indonesia dan banyak pemuka umat Kristiani yang tidak percaya dengan angka ini. Mereka meyakini, jumlah penganut Kristen sebenarnya jauh lebih besar.

Menurut TIME, ketika Jakarta Praise Community yang dibentuk sepuluh tahun silam, mulanya kelompok ini hanya beranggotakan sekitar 200 orang. Dan sekarang, acara-acara kebaktian mereka dihadiri oleh sekitar 5.500 anggotanya yang kebanyakan berasal dari kaum urban.

Komunitas Evangelis bahkan mengklaim pengikutnya mencapai 15.000 orang dalam kurun waktu dua dekade. Komunitas ini bahkan berhasil membangun sebuah kompleks gereja.

Sumber :
Hidayatullah.com

Tidak ada komentar:
Write komentar