Air Kehidupan

 

Seperti cepatnya pergantian siang dan malam

Kehidupan telah berubah
Tak lagi meneteskan air di daun talas
Kini air itu menetes di sahara yang luas
Tetesan sahara itu tak membiaskan apapun
Tuk dinikmati
Semua hilang
Secepat hilangnya air sahara

Nasib telah mencengkramkan tangan yang berbeda
Pada setangkai bunga layu itu
Menyiramnya dengan kehidupan berbeda
Menurut sang bunga
Hal itu terasa berharga baginya
Nasib telah mendengar ratapan sepinya
Nasib pula yang membebaskannya
Dari besi-besi keputusasaan
Kini sang bunga bisa tersenyum



@lwee


Tidak ada komentar:
Write komentar