Prinsip Seorang Suami

 

Seorang suami harus mempunyai prinsip dan jangan merendakan diri dihadapan istri. Maksudnya adalah ketika istri membutuhkan suami maka tunjukan kepada istri bahwa suami seribu kali lebih membutuhkan istri. Ketika istri menyayangi suami, memperhatikan suami dan siap berkorban untuk suami. Maka suami harus seribu kali lebih sayang, memperhatikan  dan berkorban daripada istri. Suami memang penaung dan pelindung istri.

Namun ketika suami tidak dibutuhkan istri maka untuk apa mempertahankannya. Jangan merendahkan diri dengan mengemis cinta kepada istri. Karena ketika istri menyombongkan diri kepada suami maka suami tidak ada wibawa dihadapan istri. Suami harus tegas dan punya prinsip. Ketika dibutuhkan maka lindungilah istri dengan sepenuh hati. Namun ketika tidak dibutuhkan maka sudahlah tinggalkan saja. Istri minta pisah dan ingin menikah dengan lelaki lain maka ceraikanlah. Biarkan dia memilih sesuka hatinya. Dan Allah akan memberikan pengganti suaminya. Memang begitulah sikap suami ketika mempunyai prinsip. Jangan mau diatur oleh istri. Suami adalah pemimpin bukan dipimpin.

Jika hal ini diterapkan dalam hidup suami. Maka suami akan mudah dalam menjalani hidup. Terkadang rumah tangga ditimpa musibah yang mengharuskan suami berpisah dengan istri, entah ditinggal meninggal atau istri melakukan hubungan dengan laki-laki lain, jelas ini haram dalam islam. Bisa saja hanya karena masalah ekonomi sehingga istri berhubungan dengan bukan suaminya. Wanita seperti apa ini. Cinta itu kasih sayang yang penuh pengorbanan. Jangan ketika senang di sayang tapi ketika susah ditinggal. Cinta macam apa ini.

Hati-hati dengan hukum Allah. Hukum Allah pasti akan berlaku. Laki-laki sebagai suami dan wanita sebagai istri, keduanya mempunyai Tuhan yang sama. Allah yang Maha Esa. Allah yang Maha Adil. Memang dalam hidup ini ada naik turunnya. Sehingga cinta membutuhkan pengorbanan. Jangan karena masalah ekonomi sehingga istri meninggalkan suami lalu suami mengemis kepada istri minta balik lagi. Suami macam apa ini.

Seorang muslim itu hidupnya mulia. Ketika dihormati maka menghormati. Ketika dihinakan maka tinggalkanlah. Jangan sampai karena masalah ekonomi sehingga suami membolehkan istri berhubungan dengan lelaki lain. Istri menerima telpon lelaki lain di depan suaminya lalu suaminya mendiamkannya. Mana wibawa suami. Mana kecemburuan suami terhadap istri. Jangan sampai menjadi suami dayuts yang dilaknat oleh Allah karena membiarkan istrinya bermaksiat didepan suaminya.

Suatu ketika sahabat Rasulullah shalallhualaihi wasallam bernama Uwaimir pulang kerumahnya dan mendapati istrinya bersama dengan lelaki lain. Lalu Uwaimir mendatangi Rasulullah shalallhualaihi wasallam dan berkata, '' Wahai Rasulullah! Seorang lelaki mendapatkan lelaki lain bersama istrinya, apakah ia boleh membunuhnya lalu kalian (akan balas) membunuhnya atau bagaimana seharusnya ia berbuat ? Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata : Sungguh Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menurunkan Al-Qur`an tentangmu dan istrimu. Lalu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan keduanya bermulâ’anah (saling melaknati) dengan yang telah Allah sebutkan dalam kitabNya. Maka setelah mula'anah akan terputuslah hubungan suami istri tersebut sampai hari kiamat datang.

Islam adalah agama yang tegas dan jelas. Hukum Allah merupakan hukum yang terbaik. Maka ketika suami mendapatkan istrinya bersama dengan lelaki lain maka konsekwensinya yaitu. Pertama, jika suami mempunyai saksi melihat istrinya berzina maka istri harus di razam. Kedua, jika suami tidak mempunyai saksi yang melihat istrinya berzina maka suami istri ini harus saling melaknat sehingga terputuslah hubungan suami istri tersebut sampai hari kiamat.

Lihatlah bagaimana islam mengatur kedudukan suami sebagai kepala rumah tangga yang harus dihormati. Sedangkan istri sebagai wanita harus menjaga kehormatannya jangan sampai membuat suami cemburu atau bahkan menghinakan suami. Maka ketika istri menghilangkan kehormatan dari suaminya, konsekwensinya antara di rajam atau dicerai seumur hidup.

Suami harus punya prisip dan jangan takut ditinggal istri. Menjadi kepala ikan teri lebih baik daripada menjadi ekor ikan paus. Sekaya apapun dan secantik apapun seorang istri jika tidak lagi hormat kepada suami jangan dipertahankan. Untuk apa istri seperti itu. Ceraikan dan biarkan dia hidup dengan lelaki pilihannya. Suami jangan sampai takut kehabisan wanita. Ketahuilah bawah wanita diciptakan lebih banyak dari lelaki. Maka tenanglah. Jangan gara-gara ditinggal istri sehingga suami menjadi takut tidak bisa hidup atau takut kelaparan. Suami macam apa ini. Suami jangan cengeng. Jangan karena ditinggal istri menjadi nangis.

Suami harus berani mengambil keputusan. Harus tegas dalam mempertahankan hak dan kebenaran. Jika istri tidak bisa diatur suami maka ceraikanlah. Jika masih cinta kepada istri maka sujudlah kepada Allah. Mohon kepada Allah agar dihilangkan rasa cintanya. Cinta itu datang dengan mudah maka perginya pun pasti mudah. Jangan tertipu dengan perasaan sehingga mengorbankan harkat dan martabat seorang suami. Ingatlah suatu saat nanti suami pasti akan dimintai pertanggungjawaban atas perbuatan istri. Maka suami harus mempunyai prinsip.

Ajyad Sud, 06 Sya'ban 1437 H

Tidak ada komentar:
Write komentar