Ketika Kedamaian dan Nyawa Terusik atas Nama Agama

 

Fenomena terorisme yang kian mengglobal di dunia, membuat manusia tercengang dan terguncang. Bahkan keamanan dan kedamaian terenggut, terampas begitu saja. Kita lihat nyawa manusia dari segala lapisan baik kaum laki-laki, wanita bahkan anak-anak telah menjadi korban atas nama perjuangan sekelompok manusia yang menebar teror dengan lebel agama.

Indonesia tidak luput dari sasaran teroris, yang puncaknya kita telah saksikan dengan kepedihan, kesedihan, dari panjangnya rentetan peristiwa teror yang sejak zaman kemerdekaan hingga saat ini. Dari pembajakan pesawat, hingga pengeboman dimana-mana, bom bali satu, bom bali dua, bom Merriot dan lain-lainnya, hingga yang terjadi baru-baru ini Sarinah.

Dan yang sangat menyedihkan terseretnya sebagian remaja ke dalam faham sesat terorisme. Dari kasus-kasus yang ada para pelaku teror bahkan ada yang berumur belasan tahun.

Berangkat dari keprihatinan ini, kepedulian akan anak bangsa Indonesia , maka sebersik asa dan segenggam harapan kami tuangkan dalam bentuk goresan singkat dan tentunya tidak luput dari kekurangan dan keterbatasan ilmu.

Islam agama rahmat untuk segenap alam, agama yang agung, yang tinggi, yang mulia. Maka segala kemulian akhlak yang ada pada prilaku manusia telah diatur ada dan telah dicontohkan oleh yang membawa Risalah mulia ini.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman,

“Tidaklah  Kami mengutusmu ( Muhammad ) , melainkan untuk menjadi Rahmat  bagi sekalian alam (Rahmatan Lil Alamin).” (QS. al-Anbiya’: 107).

Dari Abu Hurairah – Rodliallahu Anhu – , dia berkata: Rasulullah pernah diminta: “Wahai Rasulullah, doakan kecelakaan (kebinasaan) untuk kaum musyrikin.” Beliau menyahut: “Sesungguhnya aku tidak diutus sebagai pelaknat, tapi aku diutus hanya sebagai pembawa rahmat.” (HR. Muslim 2599)

Begitu juga Risaah yang mulia ini telah dicontohkan kemuliannya oleh penerima amat ini yaitu Rasulullah ‘alaihi wasalam sebagaiman digambarkan dalam hadits yang mulia ini dari Abu Hurairah – Rodliallahu Anhu – dia berkata: Aku mendengar Rasulullah bersabda: “Salah seorang Nabi dari Nabi-Nabi (Allah) pernah disengat oleh seekor semut, lalu dia memerintahkan orang untuk membakar sarang semut itu, maka Allah mewahyukan kepadanya:

“Karena seekor semut yang telah menyengatmu maka engkau membakar satu umat dari umat-umat yang bertasbih (kepada Allah)? Mengapa pula tidak seekor semut saja (yang meyengatmu yang engkau bunuh)!'” (HR. Bukhari 3019 dan Muslim 2241).

Demikian jelasnya Agama yang penuh rahmat ini untuk manusia secara umum, alam Jin, bahkan dengan hewan dan binatang-binatang, tentunya kalau dengan hewan saja Nabi shalallah ‘alaihi wasalam berbuat kebaikan , apalagi dengan manusia…

Duhai Nabi siapa yang mereka kaum teroris ikuti… sehingga sebegitu tega dan mudah mengaliran nyawa orang lain dan nyawanya sendiri, tanpa ada belas kasih…….

Agama apa yang mereka anut, padahal Allah menyatakan dalam Quran-Nya yang mulia…..

Artinya;

“Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa: barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain , atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya . Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya.” (Terjemahan Al Qur’an Surat Al Maaidah: 32)

Maka sekali lagi bahwasanya teroris bukan dari Islam dan Islam bukan agama teror. Kita bisa rasakan bagaimana Islam sampai ke Indonesia ini? Dengan da’wah bukan dengan teror.

Islam berkebang di nusantara ini dengan dakwah bukan dengan mengalirkan darah.

Islam di dunia bahkan di benua Amerika dan Eropa dengan da’wah bukan dengan teror.

Adapun pemaksaan, pembunuhan dan kekerasan, bahkan pengaliran darah dan nyawa, sama sekali bukan ajaran yang dibawa oleh Nabi shalallahu ‘alaihi wasalam, melainkan oleh sekelompok manusia yang telah di isyaratkan oleh Beliau…..yaitu kaum Khawarij.

Sebagaimana beberapa hadits dibawah ini yang berkaitan dengan sifat-sifat kaum Khawarij atau yang sekarang dikenal dengan Takfiri Jihadis.

Di antaranya adalah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Sa’id al-Khudri Radhiyallahu anhu, dia berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Akan ada satu kelompok (Khawarij) yang memisahkan diri dari kaum muslimin. Kelompok ini akan diperangi oleh golongan yang lebih dekat dengan kebenaran (Ahlus Sunah).’” (HR. Muslim)

Dari Abu Sa’id Radhiyallahu anhu bahwasanya ketika beliau ditanya tentang al-Haruriyyah, beliau menjawab,

“Aku tidak tahu apa al-Haruriyyah itu? Aku mendengar Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Akan keluar di dalam umat ini -beliau tidak mengatakan di antaranya- suatu kaum yang kalian menganggap remeh shalat kalian dibandingkan shalat mereka, mereka membaca al-Qur-an namun tidak melewati kerongkongan mereka, mereka keluar dari agama bagaikan anak panah yang keluar dari busurnya.” (HR. Al-Bukhari)

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memerintahkan untuk memerangi kelompok Khawarij, dan beliau menjelaskan bahwa dalam memerangi mereka terdapat pahala dan ganjaran bagi orang yang membunuh mereka. Hal ini merupakan dalil kesesatannya kelompok ini dan jauhnya mereka dari Islam, juga bahayanya yang besar terhadap umat ini disebabkan fitnah dan kekacauan yang ditimbulkan oleh mereka.

Dijelaskan dalam ash-Shahiihain, dari ‘Ali Radhiyallahu anhu, ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Akan keluar satu kaum di akhir zaman, (mereka) adalah orang-orang yang masih muda, akal mereka bodoh, mereka berkata dengan sebaik-baiknya perkataan manusia, keimanan mereka tidak melewati kerongkongan, mereka keluar dari agama bagaikan anak panah yang keluar dari busurnya, di mana saja kalian menjumpai mereka, maka (perangilah) bunuhlah, karena sesungguhnya dalam memerangi mereka terdapat pahala di hari Kiamat bagi siapa saja yang membunuh mereka.’”

Kenalilah sifat-sifat mereka, agar jangan terjerumus kedalam perangkap dan doktrin mereka yang mengatas namakan agama, tapi pada dasarnya mereka menghancurkan nilai-nilai suci dari agama.

Adapun kaum yang menjunjung tinggi warisan Nabi shalallahu ‘alaihi wasalam, jauh dari sifat-sifat Khawarij, yaitu pembela sunnah.

Adalah siapa saja yang mengikuti jejak Nabi shalallahu ‘alaihi waslam, para Sahabatnya rodhiallah ‘anhum, dan jejak Tabi’in dan pengikut para Tabi’in yang dirahmati Allah Ta’ala.

Mereka berda’wah dengan ilmiyah, mendahukan kecintaan kepada saudara, nasihati-menasihati dalam haq, kesabaran, dan kasih sayang dan masih banyak keutamaan manhaj ini, yang telah di tulis dalam kitab-kitab para Ulama, yang mendulang ilmu prinsip-prinsip Aqidah, Thoifah Manshuroh, Ahlu Sunnah wal Jam’ah.

Allahu a’lam

Ustad Abdurrahman Ayyub

(Mantan Petinggi Jamaah Islamiyah – Tangan Kanan Abu Bakr Ba’asyir)

Tidak ada komentar:
Write komentar