Bolehkah Ketika Sujud Berdoa dengan Bahasa Indonesia ?

 

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Seorang hamba berada paling dekat dari Rabbnya ketika ia sujud, maka perbanyaklah doa". (HR.Muslim. 1111)

Dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu 'anhuma, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam membuka kain penutup dan kaum muslimin dalam keadaan bershaf-shaf di belakang Abu bakar, lalu beliau bersabda: "…Sedangkan di dalam sujud maka bersungguh-sungguhlah dalam berdoa maka seraya cepat dikabulkan bagi kalian". (HR. Muslim. 1102)

Berdoa di dalam sujud shalat fardhu atau sunnah dengan bahasa selain bahasa Arab terjadi perbedaan pendapat diantara para ulama :

1. Madzhab Hanafiyyah, berpendapat makruh berdoa di dalam shalat dengan selain bahasa Arab, dan arti makruh bagi para ulama terdahulu adalah haram.

2. Madzhab Malikiyyah, berpendapat makruh bagi yang mampu dan diperbolehkan bagi yang tidak bisa.

3. Madzhab Syafi'iyyah dan Hanabilah, membagi permasalahan menjadi doa yang ma'tsur (langsung datang dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam) dan doa yang tidak ma'tsur. Untuk doa yang ma'tsur maka tidak boleh dengan bahasa selain bahasa Arab bagi yang mampu dan diperbolehkan bagi yang tidak mampu, sedangkan untuk doa yang tidak ma'tsur maka sama sekali tidak boleh dengan selain bahasa Arab. [Lihat: Al Mausu'ah  Al Fiqhiyyah Al Kuwaitiyyah (juz: 12/ hal: 172)].

Komite Tetap untuk Penelitian Islam dan Fatwa Arab Saudi. Dalam suatu kesempatan, mereka ditanya, “Bolehkah seseorang berdoa dalam shalatnya dengan bahasa apa pun? Apakah ini membatalkan shalat?”

Mereka menjawab, “… Seseorang diperbolehkan berdoa kepada Allah di dalam shalatnya dan di luar shalatnya dengan menggunakan bahasa Arab atau selain bahasa Arab, sesuai dengan keadaan yang paling mudah menurut dia. Ini tidaklah membatalkan shalatnya, ketika dia berdoa dengan selain bahasa Arab. Namun, ketika dia hendak berdoa dalam shalat, selayaknya dia memilih doa yang terdapat dalam hadis yang sahih dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, dalam rangka mencontoh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ….” (Fatwa Lajnah Daimah, volume 24, nomor 5782)

Sementara itu, Syekh Abdul Karim Al-Hudhair menyatakan bahwa seseorang boleh berdoa dengan selain bahasa Arab jika dia tidak mampu berbicara dengan bahasa Arab. Setiap muslim dituntut untuk mempelajari bahasa Arab, sekadar sebagai bekal untuk beribadah dengan sempurna. (Fatwa Syekh Abdul Karim Al-Hudhair, no. 4337)

Allah Ta'ala berfirman:

Artinya: "Allah tidak membebani seseorang kecuali yang ia sanggupi." (QS. Al Baqarah: 267)

Syaikh ibnu utsaimin membagi permasalahan ini menjadi tiga:

Pertama, sesuatu yang tidak boleh dibaca di dalam shalat kecuali dengan bahasa Arab yaitu Al Quran.

Kedua, sesuatu yang boleh dibaca dengan bahasa Arab dan bahasa lainnya bagi yang tidak mampu berbahasa Arab, seperti doa-doa yang datang dari orang yang berdoa yang tidak ada riwayatnya dari Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam.

Dan ketiga, doa-doa yang datang dari Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam maka jika mampu dengan bahasa Arab hendaklah ia ucapkan dengan bahasa Arab, jika tidak mampu maka boleh dengan bahasanya sendiri. (Fatwa-Fatwa Al Haram Mekkah)

Syaikh solih fauzan ketika ditanya masalah ini maka beliau menjawab, "jika orang tersebut tidak bisa berbahasa arab maka dia boleh berdoa selain bahasa arab, namun jika dia bisa berbahasa arab maka dia tidak boleh berdoa selain dengan bahasa arab." (https://youtu.be/QNwZWJk-Rxk)

Untuk tambahan refrensi bisa membaca nya di link https://islamqa.info/ar/20953

Kesimpulannya yang saya ambil adalah jika tidak mampu berdoa dengan bahasa arab maka boleh berdoa ketika sujud dengan bahasa indonesia, namun jika mampu dengan bahasa arab maka berdoalah dengan bahasa arab.

Wallahu a'lam

Tidak ada komentar:
Write komentar