Bolehkah Bekerja Sebagai Tukang Bersih Taman Di Bank Konvensional ?

 

Dalam fatawa Lajnah ad Daimah (15/41) diterangkan:

Tidak boleh bagi seorang muslim bekerja di bank yang menganut sistem riba. Meski pekerjaannya tidak berkaitan langsung dengan riba.

Hal ini karena dengan pekerjaan tersebut, ia membantu atau menyediakan keperluan para pegawai yang berkaitan langsung dengan transaksi riba. Sementara Allah ta’ala berfirman :

Dan janganlah kamu tolong menolong dalam dosa dan permusuhan. (QS. Al Maidah : 2)

Oleh karenanya bekerja di taman bank ribawi, meski tak ada kaitan langsung dengan riba, namun hukumnya tetap terlarang. Karena terdapat bentuk tolong-menolong dalam dosa. Pihak bank tentu membutuhkan orang-orang yang menjaga kerapian tamannya, atau satpam yang menertibkan nasabah dan menjaga kemamanan. Pekerjaan-pekerjaan seperti itu, membantu kelancaran jalannya bank ribawi. Ini termasuk tolong menolong dalam dosa, yang secara tegas Allah Subhanahu wa Ta’ala larang dalam surat Al Madinah ayat 2 di atas.

Syaikh Muhammad bin Shalih al ‘ Ustaimin rahimahullah pernah ditanya tentang hukum bekerja sebagai satpam atau sopir di bank konvensional. Beliau menjawab,

Tidak boleh bekerja pada perusahaan-perusahaan ribawi. Meskipun hanya sebagai sopir atau satpam. Karena masuknya ia sebagai pekerja di perusahaan ribawi, menunjukkan keridhoannya terhadap perusahaan yang menganut sistem riba tersebut. Seorang yang tidak setuju pada sesuatu, tentu dia tidak akan bekerja untuk kepentingan yang tidak ia setujui tersebut. Bila ia berkenan untuk bekerja demi kepentingan perusahaan tersebut, itu menunjukkan bahwa dia ridha dengannya. Dan seorang yang ridho dengan perbuatan haram, menanggung dosa perbuatan tersebut.

Lalu beliau melanjutkan:

Adapun mereka yang pekerjaannya seperti direktur, pencatat, pengirim, penyimpan dan yang semisalnya, tidak diragukan lagi bahwa pekerjaan seperti itu berkaitan langsung dengan objek yang diharamkan (yakni riba). Dalam hadis shahih dari sahabat Jabir radhiyallahu’anhu diterangkan, bahwa Nabi shallallahu’alaihi wa sallam melaknat pemakan riba, yang memberi riba, saksi transaksi riba, dan pencatatnya. Lalu Nabi bersabda, “Mereka semua sama.”

(Lihat Fatawa Islamiyah (2/401)

Wallahua’lam bis shawab..

Oleh :

ustadz Ahmad Anshori

Tidak ada komentar:
Write komentar