Pengikut Sunnah Kok Dicap 'Wahabi'

 

Melihat realita akhir-akhir ini, rasa sedih itu kembali muncul. Ketika umat Islam diadu sesama mereka.

Perbedaan pendapat dijadikan oleh musuh sebagai bahan untuk terus mengobok-obok benteng pertahanan umat yang mulia ini. Terkhusus isu yang sering diangkat oleh pendengki Islam adalah isu “Wahabi”. Iya, isu “Wahabi”. Entah mengapa, isu ini sangat laku di masyarakat kita. Padahal isu busuk ini diciptakan oleh musuh Islam, akan tetapi malah yang menyebarkannya adalah kita sendiri.

Apakah kita tidak takut dilempar ke dalam neraka sejauh 70 tahun perjalanan disebabkan perkataan kita yang tidak kita sadari, terlebih lagi jika perkataan itu kita sadari, bahkan mungkin memang sengaja kita ingin menyebarkannya. Wal Iyaadzu billah .

Mari buka hati dan mata kita, jangan sampai kita menilai sesuatu dimulai dengan prasangka buruk, apakah kita sudah benar-benar mengetahui siapa yang kita sebut-sebut dengan “Wahabi” itu, sehingga tidak jarang dari kita ada yang mendiskreditkan mereka. Seolah-olah mereka adalah musuh utama kita, musuh yang lebih keji daripada Yahudi dan Nasrani. Nastaghfirullah , Belum tentu kita lebih baik dari mereka, bahkan jujur Demi Allah saya mendapatkan dalam tubuh mereka kesungguhan yang sangat kuat dalam mengikuti sunnah, ukhuwah Islamiyah serta persaudaraan yang kuat di Jalan Yang Maha Pemilik rahmah. Allah Akbar.....

Perlu diperhatikan bahwa mereka adalah saudara kita, landasan mereka dalam beragama sama seperti landasan kita. Kitab mereka adalah Al-Quran sebagaimana kitab kita juga al-Quran. Rujukan mereka dalam masalah hadits juga sama seperti rujukan kita. Rukun Iman dan Rukun Islam kita sama, Hanya saja mungkin kita berbeda pendapat dengan mereka dalam beberapa hal, akan tetapi perbedaan itu bisa ditoleransi.

Saya tidak akan bosan-bosan mengajak saudara-sadaraku yang saya cintai untuk membuka hati dan mata, memandang saudara kita dengan pandangan rahmat dan jangan memandang dengan padangan laknat. Mari kita sudahi pertikaian ini. Sudah cukup kiranya kita menjadi santapan empuk musuh.

Kita bertikai hanya disebabkan perkara kecil yang dibesar-besarkan. Apakah kita rela melihat musuh-musuh tertawa bertepuk tangan sambil menginjak kepala kita ? sudahlah wahai saudaraku, mari kita bersatu dan menyusun kekuatan.

Benarlah sabda Rasul shalallahu alaihi wasallam, bahwa umat ini kelak bagaikan makanan dalam nampan yang diserbu oleh musuh dari segala penjuru. Bukan karena jumlah mereka yang sedikit, bahkan jumlah mereka banyak akan tetapi bagaikan buih yang tidak berkutik.

Tidak kita pungkiri juga, bahwa sebagian saudara-saudaraku dari kalangan yang mengatakan diri mereka Salafi/Muwahhid (yang dituduh “Wahabi”) terkadang berlaku mudah menyalahkan dalam berdakwah. Mari kita berlaku lembut serta memahami realita. Kita sama-sama Inshaf dan mengakui kesalahan kita, ini semua untuk mengokohkan benteng kita dari serangan musuh.

Demi Allah saya menulis tulisan ini dari hati yang paling dalam, karena saya mencintai semua saudara-saudara seiman. Walaupu masih banyak kekurangan, setidaknya bisa melengkapi tulisan-tulisan yang lain. Saya hanya tidak ingin generasi kita larut dalam pertikaian ini dan menjadi santapan empuk musuh.

Mari kita bersatu demi menegakkan Islam di muka bumi ini.

Oleh :

Fitra Hudaiya NA

Tidak ada komentar:
Write komentar