Tingginya Kedudukan Islam

 

" Islam itu tinggi dan tidak ada yang lebih tinggi darinya." [Hadits hasan riwayat ar-Rawiyani, ad-Daruquthni, al-Baihaqi, adh-Dhiya']

Jika menilik kepada tiga fungsi Sunnah yang bisa merupakan penguat, penjelas, atau pedoman syariat yang tidak disebutkan Al-Qur'an, maka hadits ini termasuk kelompok pertama.

Allah ta'ala berfirman: "Janganlah kalian merasa lemah lagi bersedih hati padahal kalianlah yang lebih tinggi kedudukannya jika kalian beriman." [QS 3: 139]

Islam adalah agama yang Al-Khaliq pilihkan bagi segenap manusia sejak zaman Nabi Adam'alaihissalam hingga akhir zaman. Otomatis semua tuntunannya sesuai dengan fitrah manusia. Bagaimana mungkin derajat Islam lebih rendah dari agama-agama kreasi manusia? Atau lebih rendah dari agama yang pada mulanya murni lalu dirombak fondasinya hingga menyimpang?

Secara kemurnian dan keindahan ajarannya, semua telah mengakui, baik dengan lisan maupun dalam lubuk hati karena gengsi. Kalangan non-muslim termasuk para penentang Islam pun tidak ragu akan ketinggian ajaran Islam.

Namun, mengapa kondisi para pemeluknya seperti ini? Miskin, bodoh, terbelakang, penuh konflik, tertindas, dan hal-hal yang menyesakkan dada lainnya.

Ke mana hadits di atas? Barangkali sebagian yang berpenyakit hatinya akan mengatakan demikian.

Hal itu adalah adalah sebab berpalingnya kita akan Islam. Kita enggan mempelajari apalagi menerapkannya. Kebanyakan kaum Muslimin pun lebih cenderung mencari ketinggian dan kemulian dengan selain Islam. Dengan harta, tahta, bahkan berbangga dengan kuffar. Alih-alih kemuliaan dan ketinggian yang akan diraih, justru sebaliknya.

Umar ibn al-Khaththab pernah mengatakan: “Kita adalah kaum yang Allah muliakan dengan Islam. Tatkala kita mencari kemuliaan dengan selainnya, Allah akan hinakan kita.

Ketika pasukan Islam kalah di Perang Uhud, mereka bertanya, “Bagaimana kita bisa kalah?

Allah menjawab, “Kekalahan itu karena kesalahan kalian sendiri. [QS 3: 165]

Setelah mengoreksi diri, kita pun tak boleh lantas merendahkan diri. Banyak kaum Muslimin yang jenius. Bukankah kemajuan Barat kini tak lepas dari andil ilmuwan dan universitas Islam?

Wilayah kaum Muslimin pun kaya akan SDA dan berpenduduk banyak. Bukankah di abad 15M penjajah-penjajah Eropa datang ke sana untuk mencari bahan baku dan modal tenaga kuli untuk membangun peradaban yang kini mereka banggakan?

Negeri-negeri kaum Muslimin pun sebagian besarnya aman sentosa dan toleran terhadap non-muslim. Bukankah konflik dan penindasan yang terjadi itu karena ulah dan campur tangan kuffar?

Hingga hari ini pun masih banyak non-muslim yang bodoh, miskin, penuh konflik dan bencana alam. Hanya saja seringkali media kurang adil hingga kuman di seberang lautan dibesar-besarkan supaya tampak namun gajah di pelupuk mata berusaha ditutupi hingga tak tampak. Kalau pun benar non-muslim lebih unggul, itu hanya di dunia yang boleh jadi istidraj. Ingat bahwa “Dunia adalah penjara mukmin dan surganya kafir  [HR. Muslim]

Mari terapkan ajaran Islam dalam pribadi, keluarga, dan masyarakat kita agar kita menjadi umat yang mulia lagi tinggi.

Wallahu a’lam

Oleh :

Ust. Nur Fajri Ramadhan hafidzahullah

Tidak ada komentar:
Write komentar